BMKG Peringatkan Rob 2,6 Meter di Kalimantan Selatan

  • 15 Feb 2026 19:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Kalimantan - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat mewaspadai potensi banjir pesisir atau rob hingga 2,6 meter di perairan Kalimantan Selatan pada 16–24 Februari 2026. Gelombang pasang maksimum tersebut berpotensi berdampak di wilayah pesisir Kabupaten Kotabaru, Tanah Laut, dan Tanah Bumbu.

Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor, Utari Randiana, mengatakan potensi rob dipicu fase bulan baru yang terjadi pada 17 Februari 2026. "Khususnya masyarakat pesisir agar mewaspadai potensi banjir rob akibat fase bulan baru yang dapat meningkatkan ketinggian pasang maksimum air laut,” ujarnya, Minggu, 15 Februari 2026.

Ia menjelaskan secara astronomis fase bulan baru dapat meningkatkan tinggi muka air laut secara signifikan. "Berdasarkan pemantauan data water level dan prediksi pasang surut, ketinggian maksimum diperkirakan dapat mencapai sekitar 2,6 meter,” katanya.

BMKG memprakirakan pasang maksimum berpotensi terjadi pada pukul 07.00–10.00 Wita dan 18.00–20.00 Wita selama periode tersebut. Kondisi ini berisiko menimbulkan genangan di kawasan pesisir dengan elevasi rendah, termasuk permukiman warga, pelabuhan, dan tambatan perahu.

BMKG juga mengimbau aktivitas bongkar muat di pelabuhan, transportasi laut, hingga kegiatan perikanan untuk menyesuaikan jadwal dengan periode pasang maksimum. Langkah antisipatif ini penting guna meminimalkan potensi kerugian material maupun gangguan operasional.

Selain potensi rob, BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca terkait hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang. Wilayah yang masuk dalam peringatan antara lain Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Tabalong, dan Balangan, dengan estimasi berlangsung hingga pukul 12.00 Wita dan berpotensi meluas.

BMKG meminta pemerintah daerah, otoritas pelabuhan, serta masyarakat untuk terus memantau informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG. Upaya tersebut diharapkan mampu meminimalkan risiko serta dampak bencana hidrometeorologi selama periode peringatan berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....