Legislator Dorong KWT Ambil Peran Atasi Masalah Sampah Organik

  • 13 Feb 2026 17:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Trenggalek - Anggota DPR RI Novita Hardini mendorong peran strategis Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai garda terdepan dalam menyelesaikan persoalan sampah organik. Sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Hal ini disampaikan Novita dalam kunjungannya ke KWT Desa Munjungan, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, Kamis 12 Februari 2026. Ia pun mengajak perempuan memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam sayur dan buah guna menekan biaya hidup keluarga.

Legislator perempuan dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VII itu menegaskan, pemberdayaan perempuan di sektor pertanian tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi rumah tangga. Tetapi juga menjadi solusi konkret atas persoalan lingkungan.

Selain itu, melalui KWT, ia mendorong pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos. Hsl ini sebagai langkah mandiri menghadapi kelangkaan dan mahalnya harga pupuk.

“Di satu sisi pupuk sulit dan mahal, di sisi lain sampah organik melimpah dan mencemari lingkungan. Jika dikelola dengan baik oleh KWT, ini bisa menjadi solusi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, langkah tersebut sekaligus mendukung program Pemerintah Kabupaten Trenggalek menuju Net Zero Carbon. Yakni, dengan memaksimalkan pengelolaan limbah organik di tingkat akar rumput.

“Kita dukung target Net Zero Carbon dengan memberdayakan KWT, sampah organik harus diolah, bukan dibuang. Ini tentang membangun ekosistem yang berkesinambungan,” ucsp politisi muda Fraksi PDIP itu.

Perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua PKK Kabupaten Trenggalek ini menyoroti pentingnya pengelolaan limbah dari dapur rumah tangga, SPPG. Hingga industri padat karya agar tidak mencemari lingkungan.

Ia mendorong Ketua Tim Penggerak PKK di setiap kecamatan berperan sebagai “ibu asuh” dalam memassifkan gerakan pengolahan limbah menjadi sumber ekonomi baru bagi KWT. “Pemberdayaan perempuan bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga tentang membangun desa yang mandiri, tangguh, dan ramah lingkungan,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....