Sebanyak 280 Rumah Terdampak Banjir Sungai Cisanggarung Cirebon

  • 12 Feb 2026 17:23 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Cirebon - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, melaporkan 280 rumah terdampak banjir luapan Sungai Cisanggarung. Rumah tersebut tersebar di tiga kecamatan yang terendam, yakni Losari, Ciledug, dan Waled terendam banjir akibat luapan Sungai Cisanggarung.

Demikian disampaikan Petugas Unit Data dan Informasi BPBD Kabupaten Cirebon, Gugum Gumilar, di Cirebon, Kamis 12 Februari 2026. Ia menyebut, banjir ini dipicu hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah hulu sungai sejak Rabu 11 2 Februari malam.

Gugum mengatakan limpasan air dari hulu Sungai Cisanggarung menyebabkan debit sungai meningkat drastis hingga meluap ke permukiman warga. “Ada limpasan air dari Sungai Cisanggarung, terutama dari wilayah hulunya itu sudah hujan,” katanya.

Berdasarkan pendataan sementara, ketinggian air di sejumlah titik bervariasi antara 30 hingga 60 sentimeter. Genangan merendam permukiman warga serta akses jalan.

Salah satu lokasi terdampak cukup luas berada di Desa Barisan, Kecamatan Losari, tepatnya di Dusun Pon Blok Pon. Di wilayah tersebut, tercatat sebanyak 280 rumah terendam dengan jumlah warga terdampak mencapai 289 kepala keluarga (KK) atau 840 jiwa.

“Air mulai masuk ke pemukiman warga sejak Kamis dini hari sekitar pukul 04.00 WIB, berdasarkan laporan masyarakat,” ujarnya. Selain merendam rumah warga, banjir juga sempat membuat akses jalan Ciledug–Losari tidak dapat dilalui kendaraan.

Namun, kondisi terkini jalur tersebut sudah kembali bisa dilewati. “Akibat banjir ini akses jalan Ciledug–Losari sempat ditutup, namun sekarang sudah bisa dilewati,” kata Gugum.

BPBD memastikan personel gabungan telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan dampak banjir. Sementara itu, Kapolsek Losari Polresta Cirebon AKP Sugiono menyampaikan luapan Sungai Cisanggarung mengganggu aktivitas warga, khususnya di Desa Barisan.

Saat puncak kejadian, ketinggian air di permukiman sempat mencapai sekitar 50 sentimeter sebelum berangsur surut menjadi 20 sentimeter pada pagi hari. Sugiono menjelaskan, debit Sungai Cisanggarung saat kejadian mencapai sekitar 700 sentimeter, jauh di atas ambang normal 250 sentimeter.

Kondisi tersebut menyebabkan air meluap dan tidak tertahan tanggul. “Di Kecamatan Losari terdapat tiga desa terdampak, yakni Barisan, Mulyasari dan Losari Kidul, dengan sumber genangan berasal dari luapan langsung sungai dan rembesan tanggul,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....