KLH Sebut Kebakaran Gudang Kimia BSD Pencemaran Serius
- 11 Feb 2026 16:29 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Tangerang - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melakukan pemeriksaan kebakaran gudang PT Biotek Saranatama di Taman Tekno, BSD, Kota Tangerang Selatan. Hasilnya, pencenaran 20 ton pestisida terhadap lingkungan sebagai hal yang serius.
"Pencenaran yang mengakibatkan cairan pestisida mengalir ke Sungai Cisadane. Karena, perusahaan tersebut menyimpan pestisida jenis cypermetrin dan profenofos, yang umum digunakan untuk mengendalikan berbagai hama tanaman," ujar Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, Rabu 11 Februari 2026.
Hanif menyampaikan sekitar 20 ton bahan pestisida terbakar dalam peristiwa tersebut. Air sisa pemadaman yang bercampur dengan residu bahan kimia mengalir ke badan sungai dan menyebabkan pencemaran.
“Kurang lebih 20 ton pestisida terbakar, dan air sisa pemadaman yang bercampur residu kimia mengalir hingga mencemari sungai. Kondisi ini sangat berdampak serius terhadap ekosistem perairan dan masyarakat disekitarnya,” kata Hanif.
Dia juga membeberkan pencemaran Sungai Cisadane dilaporkan telah meluas hingga kurang lebih 22,5 kilometer, meliputi wilayah Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang. Dampak yang teridentifikasi antara lain kematian berbagai biota akuatik, seperti ikan mas, ikan baung, ikan patin, ikan nila dan ikan sapu-sapu.
Sebagai tindak lanjut, KLH melakukan pengambilan sampel air dibagian hulu dan hilir Sungai Cisadane serta mengumpulkan 10 sampel ikan mati untuk diuji di laboratorium. Pemeriksaan lanjutan juga akan dilakukan terhadap air Sungai Jeletreng, air tanah, serta biota perairan lainnya dengan melibatkan ahli toksikologi.
“Kami akan mendalami kasus ini melalui serangkaian pengujian laboratorium dan kajian ilmiah. Untuk sementara waktu, kami mengimbau masyarakat yang tinggal disekitar aliran sungai agar tidak menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari, karena berpotensi menyebabkan iritasi kulit dan mata, serta gangguan pernapasan jika uapnya terhirup,” ujar Hanif.
Hanif menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti insiden ini sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemerintah akan memastikan proses penegakan hukum berjalan secara transparan dan akuntabel.
"Termasuk evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun, Red) yang diterapkan oleh perusahaan. Hasilnya nanti kita sampaikan secara transparan," kata dia.
Diketahui, PT Biotek Sarana Tama, pemilik gudang pengolahan kimia pestisida di Taman Tekno, BSD, Kota Tangerang Selatan angkat bicara. Jumlah bahan kimia yang terbakar dalam gudang dan mencemari lingkungan sebanyak 10-15 ton.
"Kalo di dalam sekitar 10-15 ton. Seluruh bahan baku pestisida ludes terbakar, tapi gak cair semua ada juga yang padat, campur," ujar Manajer Operasional PT Biotek Sarana Tama, Lucky Hasan, Rabu, 11 Februari 2026.
Lucky menyebutkan produk pestisida biasa dipakai pelanggan perusahaan jasa pembasmi hama (pest control) serangga seperti nyamuk, kecoa, rayap dan lain sebagainya. "Iya produk impor Tiongkok, untuk bongkar muat pengiriman ke wilayah Jabodetabek," ucapnya.
Dampak pencemaran lingkungan, lanjut Lucky, usai penyemprotan air ketika terjadi kebakaran. Zat pestisida mengalir terbawa arus air hingga menyebabkan ikan di Sungai Cusadane dan sekitarnya mati.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....