Semarang Mantap Beralih ke Bus Listrik Inklusif

  • 10 Feb 2026 13:24 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Semarang – Kota Semarang menegaskan kesiapannya melakukan lompatan besar dalam transportasi publik melalui transisi TransSemarang ke bus listrik yang ramah lingkungan dan inklusif. Langkah ini dinilai krusial untuk menjawab persoalan polusi udara, layanan yang belum optimal, serta tuntutan mobilitas perkotaan yang berkelanjutan.

Dorongan tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Jawa Tengah bersama seluruh pemangku kepentingan transportasi. Diskusi berlangsung di Hotel Santika Premiere Semarang dan menjadi forum strategis menyatukan visi modernisasi angkutan umum kota.

Ketua MTI Jawa Tengah, Prof. Bagus Hario Setiadji, menilai Semarang sudah saatnya meninggalkan pola transportasi konvensional berbasis diesel. Menurutnya, transisi ke bus listrik bukan sekadar mengganti mesin, melainkan membenahi ekosistem layanan dari hulu hingga hilir.

Prof. Bagus menekankan bahwa peremajaan armada TransSemarang yang beroperasi sejak 2015 harus segera dilakukan dengan pendekatan berkelanjutan. MTI, kata dia, telah menyiapkan rekomendasi teknis agar proses modernisasi tidak memberatkan operator, namun tetap meningkatkan kenyamanan dan keselamatan penumpang.

“Transisi ke bus listrik adalah momentum emas untuk memperbaiki level of service transportasi publik di Semarang,” ujar Prof. Bagus. Ia menambahkan, modernisasi harus berdampak langsung pada ketepatan waktu, kualitas pelayanan, dan kepercayaan masyarakat.

Dukungan penuh terhadap agenda ini juga datang dari Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Perhubungan. Kepala Dishub Kota Semarang, Danang Kurniawan, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menyiapkan regulasi dan kebijakan anggaran yang mendukung operasional bus listrik.

Menurut Danang, berbagai persoalan klasik transportasi perkotaan seperti asap hitam armada tua dan ketidakpastian headway harus dijawab dengan teknologi. Ia menilai elektrifikasi armada menjadi solusi strategis untuk menciptakan layanan transportasi yang bersih, andal, dan berkelanjutan.

Dishub Kota Semarang, lanjut Danang, menyiapkan percepatan roadmap elektrifikasi secara bertahap. Fokus awal diarahkan pada koridor utama, khususnya Koridor 1, sebagai percontohan penerapan kendaraan listrik berbasis angkutan massal.

Selain itu, optimalisasi infrastruktur halte menjadi perhatian serius pemerintah kota. Audit dan perbaikan halte akan dilakukan agar kembali aksesibel bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk lansia dan penyandang disabilitas.

Penguatan manajemen operasional juga menjadi bagian penting dari transformasi ini. Dishub berencana mengimplementasikan sistem monitoring cerdas untuk memastikan ketepatan waktu sekaligus membina awak angkutan agar memenuhi standar keselamatan dan pelayanan.

Dalam FGD tersebut, MTI turut menyoroti aspek keselamatan produk bus listrik. Standarisasi teknis baterai dan sistem kelistrikan dinilai mutlak, dengan pembelajaran dari pengalaman operasional bus listrik di Jakarta yang dipaparkan oleh VKTR dan Karoseri Laksana.

Dari sisi pembiayaan, Pemerintah Kota Semarang tengah mengkaji skema subsidi dan kerja sama yang berimbang. Tujuannya memastikan keberlanjutan layanan tanpa menekan kemampuan finansial operator lokal.

“Modernisasi transportasi adalah kerja besar lintas sektor,” kata Danang. Dengan dukungan akademisi dari Undip dan Unika Soegijapranata serta penguatan anggaran dari DPRD Kota Semarang, ia optimistis kota ini kembali menjadi barometer transportasi publik nasional yang aman dan nyaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....