Senator Fahira Sampaikan Rekomendasi dalam Penyusunan RPIP Jakarta

  • 05 Feb 2026 16:43 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemprov DKI Jakarta mulai menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP) DKI Jakarta Tahun 2026–2046. Kebijakan tersebut dinilai sebagai fondasi untuk mengarahkan transformasi industri Jakarta dalam 20 tahun ke depan.

Anggota DPD RI Fahira Idris mengapresiasi langkah cepat Gubernur DKI Pramono Anung. Menurutnya, hal ini penting dalam rangka Jakarta menuju kota global yang berdaya saing, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Fahira menyebut, penyusunan RPIP ini merupakan langkah tepat waktu, mengingat Jakarta tengah memasuki fase transisi besar pascapemindahan ibu kota negara. Jakarta dituntut memiliki arah industrialisasi yang jelas agar tetap menjadi mesin pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus mampu bersaing dengan kota-kota global di kawasan.

“RPIP ini tidak boleh sekadar menjadi dokumen perencanaan, tetapi harus menjadi peta jalan transformasi industri Jakarta yang menjawab tantangan nyata kota global. Mulai dari keterbatasan lahan, tekanan lingkungan, hingga kebutuhan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ujar Fahira di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis 5 Februari 2026.

Ia menilai arah kebijakan RPIP yang memprioritaskan industri berteknologi tinggi, industri hijau, industri halal, ekonomi kreatif dan digital. Serta jasa industri sudah sejalan dengan karakter Jakarta sebagai kota jasa dan pusat inovasi.

Pendekatan industri yang hemat lahan, hemat energi, dan rendah polusi dinilai relevan untuk menjaga daya saing Jakarta tanpa mengorbankan kualitas lingkungan. Namun, Fahira mengingatkan bahwa tantangan utama pembangunan industri Jakarta bukan hanya memilih sektor unggulan, melainkan memastikan transformasi tersebut tidak bersifat eksklusif.

Selama ini, pertumbuhan ekonomi perkotaan kerap belum sepenuhnya dinikmati secara merata, khususnya oleh pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM). Dalam konteks itu, ia menekankan pentingnya menjadikan IKM sebagai subjek utama penggerak industri.

Fahira mengapresiasi penegasan dalam RPIP yang menempatkan IKM sebagai pilar transformasi ekonomi Jakarta. “IKM Jakarta memiliki modal kreativitas dan kedekatan dengan pasar," ucapnya.

"Tantangannya adalah bagaimana kebijakan benar-benar mendorong IKM naik kelas, terhubung dengan teknologi, pembiayaan, dan pasar yang lebih luas. Termasuk pasar global,” ujar Senator asal Dapil DKI Jakarta itu.

Untuk memperkuat implementasi RPIP 2026–2046, Fahira menyampaikan lima rekomendasi strategis kepada Gubernur dan DPRD DKI Jakarta. Pertama, RPIP perlu mengarusutamakan pembangunan industri yang berorientasi pada manusia.

Menurutnya, keberhasilan industri tidak hanya diukur dari investasi atau ekspor. Tetapi juga dari penciptaan lapangan kerja berkualitas, peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal, serta pemerataan manfaat ekonomi.

Kedua, penguatan IKM harus diarahkan pada strategi naik kelas yang konkret dan terukur, melalui ekosistem yang menghubungkan IKM dengan industri besar, pusat riset, perguruan tinggi, dan pasar global. Termasuk lewat kemitraan, inkubasi bisnis, kawasan industri bertingkat, serta digitalisasi produksi dan pemasaran.

Ketiga, prinsip industri hijau harus diterapkan secara konsisten, mulai dari standar emisi, efisiensi energi, pengelolaan limbah, hingga pengembangan ekonomi sirkular. Menurutnya, Jakarta sebagai kota global tidak bisa dibangun di atas industri yang memperparah polusi dan krisis lingkungan.

Keempat, keterbatasan lahan menuntut inovasi tata ruang industri, seperti pengembangan industri vertikal, revitalisasi kawasan industri lama seperti Pulogadung dan Marunda. Serta integrasi kawasan industri dengan sistem transportasi dan logistik.

Kelima, RPIP perlu disinergikan dengan strategi Jakarta sebagai kota global yang terhubung secara regional dan internasional. Sehingga kebijakan industri berjalan seiring dengan investasi, perdagangan, pariwisata, dan kerja sama global.

“RPIP 2026–2046 adalah momentum besar untuk menentukan wajah industri Jakarta ke depan, dengan visi yang jelas, keberpihakan pada warga dan IKM. Serta komitmen pada keberlanjutan dan daya saing global, Jakarta berpeluang tumbuh sebagai kota global yang maju sekaligus adil dan inklusif,” kata Fahira

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....