Harga Pangan di Tangerang Banten Merangkak Naik
- 05 Feb 2026 02:17 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Tangerang - Harga bahan pangan diwilayah Tangerang Selatan dan Kota Tangerang, Banten merangkak naik menjelang Ramadan dan imbas dari cuaca ekstrem. Komoditas yang signifikan lonjakan harganya sayur mayur dan daging ayam.
Salah satu pedagang di Pasar Serpong, Kota Tangerang Selatan, Aris mengatakan sejumlah komoditi sayur-sayuran seperti cabai mengalami kenaikan harga yang begitu melesat. Hal ini diduga karena adanya perubahan cuaca yang signifikan.
Ditambah lagi, sambung Aris, mendekati bulan Ramadan, sehingga kenaikan harga langsung dari para petani ke pedagang. Hal inilah yang menjadikan harga sudah naik mulai satu minggu lalu.
Aris menyatakan tidak hanya cabai jenis rawit merah saja yang mengalami kenaikan harga. Begitupun sayuran jenis tomat, sesin dan kangkung.
"Cabai awit Merah dari sebelumnya Rp80 ribu, menjadi Rp100 ribu per kilogramnya begitupun dengan harga sayuran lainnya. Seperti tomat dari Rp12 ribu menjadi Rp15 ribu, terus sesin juga biasanya saya jual Rp12 ribu dan sekarang saya jual dengan harga Rp16 ribu,” ujarnya, Rabu 4 Februari 2026.
Terpisah, Mukmin, pedagang di Pasar Anyar, Kota Tangerang juga membeberkan bila cabe rawit berada pada kisaran Rp36 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram. Sementara cabe keriting dijual seharga Rp25 ribu per kilogram.
"Untuk bawang putih masih bertahan di angka Rp40 ribu per kilogram, sedangkan bawang merah dijual Rp35 ribu per kilogram. Sementara itu, tomat terpantau relatif stabil dengan harga Rp12 ribu per kilogram," ucapnya.
Kemudian, lanjutnya, daging ayam tercatat menjadi komoditas yang paling terasa mahal, disusul telur ayam yang bertahan di level tinggi. Sementara daging sapi cenderung tinggi atau tidak pernah mengalami penurunan sejak beberapa waktu lalu.
"Kemudian sayur-mayur meroket seperti bayam yang sebelumnya Rp4.000 satu ikat naik Rp5 ribu menjadi Rp9 ribu per ikatnya. Kenaikan ini akibat pasokan yang sulit dan sepinya para pembeli," kata Mukmin.
Mukmin juga mengutarakan bila kenaikan sejumlah komoditas pangan biasa terjadi menjelang Ramadan. Ditambah lagi sulitnya pasokan akibat cuaca ekstrem.
"Cuaca ekstrem ini berdampak banyak petani yang gagal panen akibat lahan pertaniannya terendam banjir. Kemungkinan, kenaikan harga akan terus terjadi hingga Ramadan dan menjelang Idulfitri atau Lebaran nanti," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....