Kemenkes Kerahkan Ratusan Nakes ke Wilayah Terisolir
- 30 Jan 2026 21:59 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengerahkan 513 tenaga kesehatan ke wilayah terisolir terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatra. Khususnya di sembilan kabupaten/kota di Provinsi Aceh yang saat ini sebagian masih terisolir.
Para nakes dari Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) angkatan ke-3 ini dikerahkan untuk memberikan layanan medis di pos pengungsian, puskesmas, dan rumah sakit. Selain pelayanan kesehatan, Kemenkes membangun puskesmas moduler untuk menggantikan fasilitas yang rusak berat serta mengerjakan 20 unit sumur bor guna memenuhi kebutuhan air bersih.
Perbaikan 24 unit ambulans di Aceh dan Sumatera Utara juga dilakukan untuk mendukung mobilitas layanan kesehatan. Upaya pemulihan diperkuat dengan kebijakan pemanfaatan sisa dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) 2025, yang memungkinkan daerah mempercepat pemenuhan layanan.
Kepala Pos Komando Wilayah Satgas PRR Aceh, Safrizal, menilai kebijakan tersebut sangat membantu respons cepat terhadap kebutuhan mendesak masyarakat. “Ini untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan alat dan layanan kesehatan dasar yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” ujar Safrizal dalam keterangannya, Jumat 30 Januari 2026.
Diketahui, bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra masih menyisakan tantangan dalam proses pemulihan. Kondisi paling berat dirasakan oleh desa-desa terisolir yang sulit dijangkau akibat infrastruktur yang belum sepenuhnya pulih.
Dalam laporan daily brief yang memuat aktivitas 18 K/L pada Kamis (29/1) dan Jumat (30/1), Kementerian Kesehatan menjadi salah satu instansi yang mencatatkan upaya signifikan di lapangan. Ratusan nakes ditugaskan memberikan layanan kesehatan di pos pengungsian, puskesmas, serta rumah sakit di sembilan kabupaten/kota di Provinsi Aceh.
Selain pelayanan medis, mereka juga membantu pembangunan fasilitas kesehatan darurat berupa puskesmas moduler sebagai pengganti sementara bangunan yang rusak berat. Pembangunan dilakukan untuk menggantikan Puskesmas Lokop di Aceh Timur yang hancur akibat bencana serta Puskesmas Jambur Lak Lak di Aceh Tenggara yang mengalami kerusakan parah.
Tim TCK mengerjakan instalasi 20 unit sumur bor yang tersebar di sejumlah daerah, yakni Aceh Tamiang satu unit, Aceh Timur empat unit. Kemudian, Bireuen dua unit, Aceh Utara delapan unit, Langsa dua unit, Pidie Jaya satu unit, serta Tapanuli Tengah tiga unit.
Sementara itu, perbaikan sarana transportasi kesehatan juga dilakukan dengan memperbaiki 16 unit ambulans di Aceh dan delapan unit ambulans di Sumatera Utara. Untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan layanan kesehatan, Menteri Kesehatan menerbitkan kebijakan pemanfaatan sisa dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Tahun Anggaran 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....