Banjir Kota Tangerang, 862 Jiwa Mulai Terserang Penykit
- 26 Jan 2026 00:54 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Tangerang - Sebanyak 862 warga terdampak banjir Perumahan Periuk Damai, Kota Tangerang, Banten mulai terserang penyakit. Mulai dari gatal-gatal kulit, luka akibat terendam air, hingga pegal-pegal karena kelelahan.
Rasiman salah satu warga terdampak banjir mengatakan tinggi air bertahan dikisaran 2-3,5 meter. Bahkan rumah-rumah yang berada dikontur paling rendah, genangan sempat menyentuh empat meter.
"Aktivitas warga lumpuh total. Ditengah upaya menyelamatkan harta benda, keluhan kesehatan mulai bermunculan, dari gatal-gatal kulit, luka akibat terendam air, hingga pegal-pegal karena kelelahan," ujarnya Minggu 25 Januari 2026.
Dia mengaku air sempat naik lebih dari empat meter sebelum akhirnya surut sekitar 50 sentimeter. "Gatal-gatal sama ada luka karena nyebur banjir, badan juga pegal-pegal karena kemarin mindahin barang saat air sudah setinggi satu pintu rumah," kata dia.
Ia menduga banjir dipicu jebolnya tanggul di sekitar permukiman yang hingga kini belum ditangani secara permanen. "Kalau belum permanen, ke depan mungkin akan seperti ini lagi, maka kami berharap penanganannya bisa segera karena wilayah ini rawan banjir," ucap Rasiman.
Keluhan serupa disampaikan Reo, warga Periuk Damai. Dia menyatakan hingga Minggu siang, air di rumahnya masih bertahan dikisaran 3-4 meter.
"Untuk saat ini kondisi didalam masih ketinggian 3,5 meteran, cuma memang perlahan sudah surut karena pompa di belakang sudah difungsikan. Kalau di rumah saya masih 3-4 meter karena posisinya paling bawah," ujar Reo.
Ia mengatakan banjir seperti ini bukan kali pertama terjadi. Warga berharap ada pembenahan tanggul dan sistem pengendalian banjir yang benar-benar permanen.
"Semoga ke depannya bisa diperbaiki lagi, supaya kami sebagai warga tidak mengalami kejadian seperti ini terus. Diluar persoalan kesehatan dan kerusakan rumah, kebutuhan logistik kini jadi masalah mendesak," kata dia.
Banyak warga tak sempat menyelamatkan pakaian maupun peralatan rumah tangga saat air datang mendadak. "Banyak yang kami butuhkan, mulai dari baju, karena waktu tanggul jebol banyak barang dan makanan tidak sempat terbawa," ucap Reo.
Data RW setempat, sambung dia, mencatat sedikitnya 286 kepala keluarga atau sekitar 862 jiwa terdampak. Di antaranya terdapat 136 warga lanjut usia yang membutuhkan perhatian khusus.
"Saat ini, sebagian warga bertahan di rumah bertingkat. Sisanya mengungsi ke masjid RW 09, rumah kerabat, hingga menyewa kontrakan sementara sambil menunggu air benar-benar surut," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....