Medan Berjurang dan Tanah Berair Tantang Pencarian Korban Banjir Bandang

  • 25 Jan 2026 08:58 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat masih melanjutkan pencarian korban banjir bandang di sejumlah wilayah terdampak. Proses pencarian dilakukan di tengah kondisi cuaca mendung dan medan yang sulit.

Jabatan Fungsional Kebencanaan Bidang Darurat dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung Barat, Amas, mengatakan tim tetap berada di lapangan meski situasi cuaca belum sepenuhnya mendukung. Namun, pencarian dapat dihentikan sementara jika hujan lebat kembali terjadi.

“Sekarang masih mendung tetapi tim berada di lapangan. Tapi ini situasional, jika terjadi hujan lebat dan tidak memungkinkan, pencarian mungkin ditarik,” kata Amas dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Minggu (25/1/2026).

Amas menjelaskan, BPBD akan mengerahkan lebih dari 500 personel gabungan dari berbagai unsur dalam operasi pencarian korban. Personel tersebut melibatkan TNI, Polri, serta relawan kebencanaan lainnya.

Lokasi pencarian berada di Kampung Babakan Cibudah dan Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat. Luas area pencarian diperkirakan mencapai tiga kilometer dengan kondisi medan berjurang dan kedalaman sekitar 20 meter.

“Kondisi tanah di lokasi masih berair dan sangat lembek. Jika dipijak, tanah mudah amblas, sehingga penggunaan alat berat seperti ekskavator masih dipertimbangkan,” ujarnya.

Menurut Amas, pencarian korban sementara dilakukan secara manual untuk menghindari risiko alat berat terperosok ke dalam tanah. Selain itu, potensi banjir susulan juga menjadi perhatian utama tim di lapangan.

BPBD mencatat, hingga saat ini sebanyak delapan warga meninggal dunia akibat banjir bandang tersebut. Selain itu, sebanyak 113 jiwa dari 34 kepala keluarga terdampak bencana.

Dari jumlah tersebut, 32 orang dinyatakan selamat, sementara 82 warga lainnya masih belum diketahui keberadaannya. Tiga korban yang ditemukan juga masih dalam proses identifikasi.

Sementara itu, warga yang selamat dan terdampak bencana saat ini ditampung di balai desa serta di rumah warga di desa sekitar. Pemerintah daerah memastikan kebutuhan dasar pengungsi dipenuhi secara bertahap.

Wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat, Asep Ismail, menyatakan kondisi pengungsian masih memungkinkan untuk menampung warga terdampak. Ia memastikan pemerintah daerah terus memantau situasi di lapangan.

“Barusan saya lihat, Alhamdulillah, masih dalam kondisi tertampung. Memungkinkan untuk tetap berada di desa,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....