Desa-Desa Terpencil Aceh Bangkit, Jalur dan Jembatan Kembali Dibangun
- 24 Jan 2026 21:42 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Aceh - Desa terpencil di Aceh yang sempat terisolasi akibat banjir dan longsor kini mulai pulih. Jalur yang sebelumnya tidak bisa dilalui perlahan tersambung, jembatan berdiri, dan aktivitas warga kembali bergerak.
Komando Daerah Militer (Kodam) Iskandar Muda ikut bergotong royong bersama TNI, PU, Polri, PLN, dan pihak terkait. Puing dan material longsoran perlahan dibersihkan, membuka harapan baru bagi masyarakat terdampak bencana.
Pemulihan pascabencana menjangkau desa terpencil, memastikan akses vital dan bukan hanya wilayah perkotaan. Masyarakat mulai merasakan manfaat, mobilitas membaik, dan roda kehidupan perlahan kembali normal.
Di Aceh Timur, jembatan aramco dibangun di Desa Alue Gadeng Dua, menghubungkan Desa Alue Sentang dan jalur Medan–Banda Aceh. Di Desa Alue Sentang I dan II, jembatan menghubungkan antardusun dan jalur utama desa.
Di Desa Buket Kuta, Kecamatan Peudawa, jembatan menghubungkan Dusun Leupon dengan Simpang Damar, Desa Lhok Lemak. Di Bener Meriah, ruas jalan KKA diperkuat, jembatan dibangun di Burni Pase 3, Burni Pase 4, dan Pasar Buntul.
Di Kecamatan Bandar, jalur penghubung dibangun antara Desa Bahgie Bertona dan Desa Pondok Baru. Aceh Tamiang membangun jalur penghubung antardusun, menghubungkan Desa Terban dan Desa Tupah ke jalan Medan–Banda Aceh.
Desa Suka Mulia, Dusun Mawar, diperkuat aksesnya agar warga lebih mudah menjangkau pusat aktivitas. Di Desa Blangkandis, Kecamatan Bandar Pusaka, jalur menghubungkan Dusun Bukit Karim dan Dusun Sepakat Desa Batang Ara.
Aceh Timur juga membangun jalur Blang Gleum–Proyek Sosial, Buket Makmur–Paya Pas, dan Lhok Seuntang–Kampung Baru. Di Indra Makmur, jalur penghubung memperkuat akses Desa Suka Makmur dan Desa Alue Itam.
Di Nurussalam, jalur menghubungkan Desa Alue Siwah Serdang dengan Desa Gampong Mesjid. Di Bireuen, jalur dibangun Desa Batee Raya–Seneubok Peuraden, Desa Juli Tambo Tanjong–Paloh Panyang, dan Desa Salah Sirong Jaya–Alue Limeng.
Aceh Utara membangun jalur Desa Alue Capli–Ulee Rubek Barat, Matang Puntong, dan Jembatan Jambo Mesjid di Mesjid Meuraksa. Upaya ini memastikan desa terpencil kembali tersambung, meningkatkan mobilitas, dan memulihkan aktivitas warga pascabencana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....