Alasan Basarnas Tak Evakuasi Seluruh Serpihan Pesawat ATR

  • 24 Jan 2026 01:23 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Basarnas mengungkap alasan pihaknya tidak akan mengevakuasi seluruh serpihan pesawat ATR 42-500 PK-THT di Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan. Basarnas hanya memfokuskan evakuasi pada komponen penting yang dibutuhkan untuk mendukung penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Kepala Basarnas Marsdya Mohammad Syafii menjelaskan kondisi medan di lokasi kecelakaan sangat sulit. Sehingga tidak memungkinkan untuk mengevakuasi seluruh serpihan pesawat.

Selain itu, KNKT juga menilai bukti yang telah ditemukan sudah mencukupi untuk keperluan investigasi awal. Termasuk black box dan sejumlah komponen penting pesawat.

“Tadi dari KNKT sudah menyampaikan bahwa dengan bukti black box yang sudah ditemukan dan juga beberapa komponen pesawat yang sudah diserahterimakan, cukup. Jadi sementara sudah disampaikan cukup dari bukti-bukti itu untuk ditindaklanjuti dilakukan investigasi,” ujar Syafii dalam konferensi pers, Jumat 23 Januari 2026.

Meski demikian, Basarnas tetap siap membantu apabila KNKT membutuhkan pengambilan komponen tambahan yang dinilai penting. “Misalkan nanti memang dari KNKT membutuhkan bantuan untuk masuk ke lokasi untuk mengevakuasi part yang sekiranya masih sangat dibutuhkan,” katanya.

Lebih lanjut, Syafii menegaskan operasi yang dilakukan Basarnas saat ini bersifat operasi dukungan. Sementara itu, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) untuk korban kecelakaan pesawat tersebut telah resmi ditutup.

“Operasi kita yang kita lakukan adalah operasi dukungan. Bukan operasi SAR, karena operasi SAR itu ditujukan untuk menemukan korban dan mengevakuasi korban,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....