Banjir Tak Kunjung Surut, Meluas ke Kota Tangerang
- 22 Jan 2026 18:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID Tangerang - Banjir yang melandan Kabupaten Tangerang tak kunjung surut akibat intensitas hujan yang tinggi dan luapan aliran sungai. Bahkan, bencana tersebut kian meluas ke Kota Tangerang sebanyak 12 titik banjir.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Ahmad Taufik mengatakan banjir yang melanda sejak Minggu, 11 Januari 2026. Wilayah yang terdampak sebanyak 24 kecamatan, 119 desa/kelurahan.
Warga yang terdampak kurang lebih hingga 50 ribu jiwa. Saat ini bertambah lima kecamatan yang terendam banjir dengan ketinggian mencapai 40 sentimeter sampai satu meter.
"Untuk lokasi terendam banjir itu, seperti di Kecamatan Kresek, Gunung Kaler, Kosambi, Jayanti dan yang terbaru di Tigaraksa. Ini karena intensitas hujan ekstrem sejak kemarin," ujarnya, Kamis 22 Januari 2026.
Ia menerangkan bencana banjir di Kabupaten Tangerang yang sudah terjadi sejak satu pekan lebih ini tak berangsur surut. Lantaran kondisi cuaca ekstrem terus berlangsung, hingga air bertambah tinggi dan aliran sungai meluap.
"Banjir di daerah itu terjadi karena meluapnya beberapa aliran sungai seperti Cidurian dan Cimanceuri. Terutama kalau yang intensitas hujan tinggi itu di kembali banjir," ucapnya.
Dia mengaku berbagai upaya penanganan jangka pendek telah dilakukan dengan menerjunkan sejumlah personel, sarana dan prasarana untuk membantu para korban bencana. Meski kondisinya masih dalam terbatas.
"Kemarin dari BPBD sudah menyalurkan mesin penyedot pompa dan lainnya. Dari Dinas Bina Marga sendiri juga mengirimkan mesin sedot air," kata dia.
Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar menyatakan hujan lebat disertai angin kencang dengan durasi cukup panjang melanda wilayahnya. Hal itu mengakibatkan terjadinya banjir di 12 titik.
"Banjir tercatat 12 titik yang tersebar di enpat kecamatan, yakni Kecamatan Benda, Cibodas, Jatiuwung, Periuk dan Karang Tengah. Sejak dini hari petugas gabungan langsung diterjunkan ke lapangan untuk melakukan penanganan," kata Mahdiar.
Ia menjelaskan di Kecamatan Benda banjir tertinggi di Jalan Atang Sanjaya RT 001/RW 06 dengan ketinggian air mencapai sekitar 80 sentimeter. Bukan hanya pemukiman, yang berdampak akses jalan dan fasilitas umum.
Sementara itu, genangan juga terpantau di bawah Flyover Taman Cibodas dan Jalan Darmawangsa di Kecamatan Cibodas. Lalu beberapa ruas jalan di Kecamatan Jatiuwung dan Kecamatan Periuk, serta di wilayah Karang Mulya, Kecamatan Karang Tengah, yang berdampak pada jalan dan permukiman.
Dia menegaskan pantauan tinggi muka air (TMA) melalui CCTV menunjukkan debit air pada sejumlah kali dan sungai masih mengalami kenaikan. “Selain itu, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat hingga sangat lebat dengan status siaga, termasuk untuk wilayah Kota Tangerang, yang diperkirakan masih berpotensi terjadi hingga malam hari,” ucap Mahdiar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....