Banjir Rendam 804 Hektare Sawah Tangerang, 29 Hektare Gagal Panen
- 21 Jan 2026 01:57 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Tangerang - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Tangerang mencatat 804 hektare sawah di wilayah Kabupaten Tangerang terendam banjir. Hal itu berdampak pada ketahanan pangan karena gagal panen (puso).
Kepala Bidang Produksi Pangan dan Hortikultura DPKP Kabupaten Tangerang, Bambang mengatakan hasil pendataan terbaru menunjukkan 804 hektare sawah terdampak genangan banjir. Data tersebut dihimpun hingga saat ini.
Menurut Bambang, area persawahan yang terendam tersebar di 15 kecamatan, yakni Tigaraksa, Cisoka, Panongan, Jayanti dan Balaraja. Kemudian, Sindang Jaya, Rajeg, Jambe, Sukadiri, Pakuhaji, Kronjo, Kresek, Kemiri, Mauk serta Sukamulya.
Secara administratif, lahan terdampak berada di 39 desa. Sebagian besar sawah yang terendam merupakan lahan yang ditanami varietas padi inpari, ciherang, dan mekongga.
"Kecamatan Cisoka menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak, khususnya Desa Carenang. Di sini 107 hektare sawah terendam banjir," ujarnya, Selasa 20 Januari 2026.
Bambang menambahkan dari total lahan yang terdampak, sekitar 29 hektare dinyatakan puso atau gagal panen akibat genangan yang terlalu lama. Kondisi ini berpotensi memengaruhi produksi pangan lokal jika tidak segera ditangani.
Diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menetapkan status tanggap darurat bencana. Keputusan ink menyusul meluasnya cakupan banjir ke-24 kecamatan wilayahnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik mengatakan penetapan status tanggap darurat ini dilakukan berdasarkan hasil evaluasi data dan cakupan luasan banjir. Terlebih bencana ini terjadi sejak Minggu 11 Januari 2026.
"Iya, kita akan mengeluarkan status tanggap darurat. Ini dilakukan atas dasar potensi tingginya curah hujan yang tinggi yang mengakibatkan luasan bencana banjir, jadi pemerintah harus mengantisipasi bagaimana terkait dengan hasil perkiraan cuaca dari BMKG," ujarnya, Rabu 14 Januari 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....