Transjakarta 22 Tahun, Transformasi Koridor dan Layanan
- 20 Jan 2026 01:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Pengembangan Transjakarta berlangsung dari 2004 hingga 2007, mencapai 13 koridor. Perluasan ini menjadi tonggak transformasi layanan transportasi publik Jakarta.
Sejak turun ke jalan 15 Januari 2004, Transjakarta dipahami sebagai moda publik dengan rasa kepemilikan masyarakat besar. Awalnya hanya satu koridor Blok M-Kota, hingga 2025 kini jaringan berkembang pesat hingga mengoperasikan 233 rute harian.
Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza menegaskan, meski revitalisasi dilakukan, dari total 271 halte baru sekitar 46 selesai diperbaiki sehingga masih terbatas. Infrastruktur menjadi fokus utama ke depan, sebab sebagian halte Transjakarta menurun kualitasnya.
"Revitalisasi halte baru menyentuh 46 halte dari 271 halte yang ada. Ke depan, infrastruktur akan menjadi fokus utama karena sebagian halte masih menurun kualitasnya dan harus terus ditingkatkan," ujarnya, Senin, 19 Januari 2026
Prof Letjen TNI (purn) Sutiyoso, Gubernur DKI 1997-2004 menyampaikan bahwa pada awal Transjakarta telah dirancang 10 koridor utama. Tujuh koridor Transjakarta telah beroperasi, sementara tiga koridor siap berjalan dengan halte dan separator terpasang.
“Artinya, koridor itu sebenarnya sudah siap beroperasi karena separator terpasang, halte selesai dibangun, tinggal bus dan sopir,” ucapnya
Transjakarta lahir 22 tahun lalu dengan banyak harapan besar untuk menghadirkan transportasi publik modern Jakarta. Dalam perjalanannya, beberapa hal tersesuaikan mengikuti konteks, mencerminkan adaptasi layanan terhadap kebutuhan masyarakat berkembang. (Fatimah Azzahra)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....