GP Ansor Garap Bisnis Ayam Broiler di Subang
- 29 Des 2025 18:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Subang: Gerakan Pemuda (GP) Ansor membangun usaha peternakan ayam broiler dengan kapasitas 30.000 ekor di Subang, Jawa Barat, Minggu (28/12/2025). Program ini dilakukan bersama Kelompok Usaha Gotong Royong BUMA Chicken Park (BCP).
Ketua Umum PP GP Ansor, Addin Jauharudin, mengatakan pembangunan kandang ayam broiler tersebut merupakan realisasi tahap pertama dari program pemberdayaan ekonomi kader. Di mana, program ini akan dikembangkan secara nasional.
“Alhamdulillah kita bisa menutup akhir tahun dengan mendirikan kandang ayam broiler sebanyak 30.000 ekor di Subang. Ini realisasi tahap pertama, insyaallah akan ada realisasi berikutnya yang bisa menyeluruh ke tingkatan kader di seluruh Indonesia,” ujar Addin.
Menurut Addin, program ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi kader sekaligus mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan yang tengah digencarkan pemerintah. Sistem usaha yang dibangun, kata dia, harus memberikan manfaat langsung bagi kader dan organisasi.
“Ini adalah upaya mengintegrasikan program Ansor di level paling bawah dengan program kedaulatan pangan pemerintah. Sekaligus memberdayakan ekonomi kader dan organisasi,” katanya.
Addin menjelaskan, pengembangan usaha ayam broiler dapat dilakukan secara gotong royong oleh kader di daerah. Peran kader dapat beragam, mulai dari pemodal, penyedia lahan, hingga penyedia bibit ayam.
“Pengelolaannya dilakukan bersama dengan mengedepankan akuntabilitas dan sistem bisnis modern. Siapa yang punya lahan, modal, atau bibit silakan dirembuk, kalau ekonomi kader jalan, kas organisasi juga jalan,” ucapnya.
Diketahui, program peternakan ayam broiler ini telah dikukuhkan sejak Oktober lalu di Bandung. Program tersebut mengusung semangat ekonomi kerakyatan berbasis potensi kader di desa-desa.
“Usaha ini memang untuk kader, sepenuhnya demi kesejahteraan kader. Tolong dimaksimalkan,” kata Addin.
Direktur Utama PT Sahabat Bintang Perkasa, Syamsul Arifin, menegaskan bahwa pengembangan usaha ayam broiler di bawah manajemennya akan dilakukan dengan pengawasan ketat. Selain itu, pengembangan usaha juga akan dievaluasi secara berkala.
“Meskipun Kelompok Usaha Gotong Royong ini adalah usaha kader untuk kader, prinsipnya tetap bisnis. Ke depan akan ada evaluasi, penindakan, dan juga apresiasi, mari berkolaborasi dan berkontribusi untuk kader, organisasi, serta masyarakat luas,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....