Jakarta, Jabar Diminta Siapkan Lahan Sampah untuk Listrik
- 26 Nov 2025 01:43 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Tangerang: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat (Jabar) diminta menyiapkan lahan untuk Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq mengatakan hal itu Selasa (25/11/2025).
"Untuk DKI Jakarta dan Jabar memang tidak punya lahan. DKI Jakarta dan Jabar harus segera siapin lahan," ujar Hanif. Kementerian LH
akan mendorong DKI Jakarta dan Jabar untuk segera menyiapkan lahannya.
DKI Jakarta memiliki sampah 8.000 ton per hari. Hal itu harus dikelola dalam proses 'waste of energy' (energi sampah).
"Budaya kita yang heterogen, tidak mudah untuk merubahnya dalam waktu segera. Kami telah bersurat ke DKI Jakarta untuk segera menyiapkan lahan yang memadai untuk penyelenggaran 'waste of energy," kata Hanif.
Menurut hanif, untuk Bandung Raya-nya berkontribusi 5.000 ton sampah per hari. Dari jumlah itu yang ditangani di TPA Sarimurti kurang dari 1.000 ton per hari, sehingga ada 4.000 ton per hari yang jatuh di Sungai Citarum.
Kementerian LH menyiapkan langkah-langkah pembinaan dan penegakan hukum bila mana diperlukan. "Saya sangat berharap pemerintah Provinsi Jabar, Bandung Kota dan Kabupaten Bandung segera melakukan inisiatif penting," ucapnya.
Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup mengungkapkan rencana proyek pembangunan PSEL di DKI Jakarta dan Bandung Raya. Di dua wilayah tersebut masih terkendala lahan serta akses air
Sementara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan pembangunan fasilitas PSEL di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Rencananya, PSEL juga akan dibangun di luar DKI Jakarta seperti di Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Bantar Gebang, Bekasi.
“Insyaallah tidak hanya PSEL di Sunter saja yang bisa kita bangun. Dilokasi lainnya akan kita bangun juga termasuk di TPA Bantar Gebang,” kata Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....