Polisi Kerahkan Ribuan Personel Gabungan Amankan Unjuk Rasa

  • 17 Nov 2025 10:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Polres Metro Jakarta Pusat mengerahkan, 1.963 personel gabungan untuk mengamankan aksi unjuk rasa di kawasan Gambir, Jakarta Pusat. Personel gabungan itu, terdiri dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, hingga personel Pemprov DKI Jakarta.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Susatyo Purnomo Condro menjelaskan, aksi unjuk rasa itu dari Aliansi Federasi Serikat Pekerja dan Serikat Buruh Se-Jakarta. Nantinya, aksi tersebut di fokuskan di Silang Selatan Monas, Jakarta Pusat.

“Sebanyak 1.963 personel gabungan diterjunkan melayani aksi unjuk rasa. Aksi terpusat di Silang Selatan Monas dan mendapatkan pelayanan kepolisian dengan pendekatan humanis dan profesional,” kata Susatyo dalam keterangan persnya, di Jakarta, Senin (17/11/2025).

Susatyo meminta, anggota yang bertugas pengamanan aksi unjuk rasa untuk tidak membawa senjata api. Ia mengimbau, para orator bijak dan tidak mengeluarkan pernyataan yang dapat memicu ketegangan antar peserta aksi.

“Seluruh anggota yang bertugas tidak membawa senjata api dan kita ingin seluruh proses berjalan aman, tertib, dan saling menghormati. Saya berharap para orator dapat menjaga suasana tetap kondusif, jangan memprovokasi massa,” ucap Susatyo.

Ia menekankan, pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan selama aksi unjuk rasa berlangsung. Ia mengingatkan massa agar tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan atau merusak lingkungan.

“Kami mengajak seluruh peserta aksi untuk tidak melempari petugas, tidak membakar ban bekas, dan tidak merusak fasilitas umum. Petugas di lapangan ada untuk melayani, jadi mari kita sama-sama menjaga suasana tetap kondusif,” kata Susatyo.

Sementara, Kasie Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Ruslan Basuki berharap aksi unjuk rasa dapat berlangsung aman tanpa insiden. Ruslan mengajak para massa aksi untuk tidak mudah terpancing oleh provokasi apa pun.

“Terkait arus lalu lintas, pihak kepolisian menerapkan rekayasa situasional mengikuti perkembangan di lapangan. Masyarakat diimbau mencari jalur alternatif jika tidak berkepentingan melintas di kawasan Monas,” kata Ruslan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....