'Arigato' KRL Jalita, Sedot 20.426 Pengunjung Mini Museum
- 16 Nov 2025 19:53 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: KAI Commuter menggelar acara penghormatan purna tugas kereta listrik (KRL) Tokyu Seri 8500 Jalita, di Stasiun Jakarta Kota, Minggu (16/11/2025). Disaksikan ribuan pecinta kereta, Jalita yang memiliki kepanjangan Jalan-Jalan Lintas Jakarta ini kembali jalan menuju Depo Kampung Bandan-Depo Depok.
Antusiasme para pecinta kereta dalam acara perpisahan "Last Run Arigato KRL" di Stasiun Jakarta Kota, sangat tinggi. "Saya pernah naik kereta Jalita masih zaman saya sekolah dan ternyata usianya sudah mencapai 50 tahunan," kata Adi, salah satu pengunjung kepada RRI di Stasiun Jakarta Kota, Minggu (16/11/2025).

Pengunjung KRL di Stasiun Jakarta Kota, Minggu (16/11/2025)
BACA JUGA : KCI Pensiunkan Tiga Seri KRL Legendaris Jepang
Sebelumnya, KAI Commuter juga membuka Mini Museum Jalita yang beroperasi sejak 10 November hingga 16 November 2025. Museum temporer itu menarik total 20.426 pengunjung hingga penutupan operasional pada pukul 15.00 WIB, Minggu 16 November 2025.
Bahkan sebelumnya, pengoperasian terakhir KRL Seri 7000 dan Seri JR203 telah digelar pada 11 November 2025. Rangkaian perpisahan ini menjadi bagian dari penghormatan atas jasa armada komuter tersebut bersejarah.
BACA JUGA: Tiga KRL Legendaris Pensiun, Dianggap Pahlawan Transportasi Urban
Direktur Utama KAI Commuter, Asdo Artriviyanto, mengatakan museum menjadi magnet bagi masyarakat dan railfans. Museum ini memungkinkan pengunjung mengabadikan momen terakhir bersama armada yang beroperasi hampir dua dekade.
“Hingga penutupan operasional pada pukul 15.00 WIB hari ini, museum ini telah dikunjungi oleh total 20.426 pengunjung. Saya sangat berterima kasih kepada semua pihak, termasuk masyarakat yang antusias datang melihat langsung ke Stasiun Jakarta Kota" kata Asdo Artriviyanto saat acara 'Closing Ceremony Last Run & Farewell For Jalita' di Stasiun Jakarta Kota,Minggu (16/11/2025).
Saat Ignasius Jonan (kemeja biru) bersama para pejabat KAI Commuter dan pengguna KRL, mengiringi purna tugas KRL JALITA di Stasiun Jakarta Kota, Minggu (16/11/2025).Mini Museum Jalita menampilkan sejarah serta kontribusi KRL Seri 8500, 7000, dan 203 bagi Jabodetabek. Pameran menyorot livery ikonik Jalita dan bodi stainless steel yang menjadi ciri khas armada.
"Sekali lagi, terima kasih untuk masyarakat. Mereka menjadi saksi bahwa KRL bukan hanya sekadar sarana transportasi. Tetapi juga bagian dari sejarah dan memori kolektif warga Jabodetabek," ujar Asdo.
Ignasius Jonan, Direktur PT KAI, 2009-2014 merasa bangga dengan kondisi perkeretaapian Indonesia saat ini. Jonan berharap ada memori yang bisa menjadi sejarah dari kereta-kereta yang purna tugas, di simpan di museum Ambarawa.
" Coba dicari dua trainset supaya bisa disimpan di museum Ambarawa, sehingga kita punya sejarah yang oleh generasi berikutnya. Ini penting, silakan bisa KRL Seri 8500, 7000, dan 203," kata Jonan.
"Kalau seri 8500 ini mengingatkan saya, saat saya bergabung dengan kereta api. Adapun yang memberikan nama Jalita adalah Menteri Perhubungan kala itu, Yusman Safii Jamal, di awal 2009 di stasiun Tanjung Barat," ujar Jonan.
Kini Armada KRL Seri 8500 Jalita, 7000, dan 203, resmi purna tugas. Ketiganya berakhir masa dinas karena faktor usia yang mencapai lima puluh tahun.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....