Mimpi Stabelan Jadi Desa Wisata Sesungguhnya

  • 26 Mar 2023 17:26 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Boyolali: Viralnya foto pemandangan desa dengan berlatar puncak Gunung Merapi dari jarak dekat, membuat nama Dusun Stabelan melambung. Warganya mulai terbiasa melihat wisatawan berseliweran di dusun tertinggi yang berbatasan langsung dengan hutan Gunung Merapi ini.

Tapi sayangnya, kedatangan para wisatawan ini tak berdampak apa-apa bagi kehidupan masyarakat di situ. Wisatawan datang hanya berfoto di gapura dusun, kebun, atau permukiman warga, setelah itu pulang.

"Banyak wisatawan yang mau kemping, nyari homestay atau nanya spot foto yang bagus di mana. Tapi di sini memang belum ada fasilitas untuk itu," ujar Maryanto, Kepala Dusun Stabelan, kepada RRI akhir pekan ini.

Kehadiran wisatawan itu sebetulnya telah membuat warga Stabelan sangat bersemangat mewujudkan desanya menjadi desa wisata . Bahkan, warga bersedia patungan untuk membuat trotoar sendiri agar jalan desa terlihat lebih rapi dan asri.

Para pemuda dari Karang Taruna setempat juga sudah berencana mengembangkan dusunnya menjadi tujuan wisata alam. Ada keinginan membuat camping ground, area spot foto, homestay, dan pusat suvenir khas desa.

"Pokoknya kita ingin kembangkan desa ini menjadi objek wisata, tapi kita nggak punya dana untuk itu. Harapan kita, pemda mau membantu lah," ujar Maryanto.

Menurutnya, pernah ada investor yang mau membuka kawasan wisata di sini. "Tapi yang kita inginkan, masyarakat dilibatkan sebagai mitra, dan bukan cuma jadi buruhnya saja," kata Maryanto, menerangkan.

Dinas Pariwisata Kabupaten Boyolali sebetulnya sudah menetapkan seluruh dusun di Desa Tlogolele, termasuk Stabelan, sebagai Desa Wisata. "SK penetapan sebagai Desa Wisatanya sudah ada," ujar Sungadi, Kepala Desa Tlogolele, saat ditemui RRI di Balai Desa setempat.

Tapi, setelah SK itu keluar, tidak ada tindak lanjut dari Pemkab Boyolali. Sungadi berharap Pemkab Boyolali memberi bantuan dan bimbingan agar desa wisata itu benar-benar bisa diwujudkan.

"Kalau hanya ada SK tanpa kelanjutan, buat apa? Kita perlu bimbingan dan pendampingan, bagaimana tahapan merealisasikan desa wisata ini," kata Sungadi.

Menurut dia, potensi di dusun-dusun di wilayah desa Tlogolele sangat banyak. Ada lahan desa yang bisa dijadikan camping ground, pemandangannya instagramable, dan warganya siap mendukung.

"Tapi kita kan nggak tahu bagaimana cara memberdayakan itu semua. Bagaimana cara menyambut dan melayani wisatawan, bagaimana cara menyiapkan homestay, dan lain-lain. Makanya kita butuh pendampingan," kata Sungadi.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....