Tiga KRL Legendaris Pensiun, Dianggap Pahlawan Transportasi Urban

  • 11 Nov 2025 20:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Tiga seri kereta rel listrik (KRL) legendaris purna tugas setelah puluhan tahun beroperasi. Armada ini dianggap sebagai "Pahlawan Transportasi Urban" atas dedikasinya dalam melayani jutaan warga Jabodetabek.

Penghormatan ini menjadi tema utama dalam acara perpisahan bertajuk "Last Run Arigato KRL" di Stasiun Jakarta Kota. Kontribusi besar KRL dalam menjadi saksi pertumbuhan kota dan bagian dari kenangan masyarakat menjadi alasannya.

Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Asdo Artriviyanto menjelaskan makna di balik sebutan tersebut. Menurutnya, kontribusi sebuah armada kereta bisa disejajarkan dengan jasa seorang pahlawan bagi kehidupan perkotaan.

“Jadi kalau kita bicara tentang Hari Pahlawan, tidak hanya sosok seorang pahlawan, tapi KRL ini juga menjadi pahlawan, pahlawan transportasi urban bagi Indonesia,” kata Asdo di Stasiun Jakarta Kota, Selasa (11/11/2025).

Armada yang pensiun meliputi KRL Seri 8500 Jalita, Seri 7000, dan Seri 203. Ketiganya mengakhiri masa dinas karena faktor usia yang mencapai lima puluh tahun serta ketersediaan suku cadang.

Tradisi melepas kereta yang purna tugas ini diadaptasi dari budaya perkeretaapian yang ada di negara Jepang. Ketua Umum Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) Ricky Dwi Agusti menjelaskan makna di balik tradisi ini.

“Jadi, last run ini sebenarnya sebuah kegiatan yang sudah ada lama di Jepang. Tujuannya untuk memberikan apresiasi, penghormatan kepada mereka bahwa mereka sudah menjadi pahlawan, menjadi pahlawan transportasi massal,” kata Ricky di tempat yang sama.

Kereta-kereta ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan hidup banyak orang selama bertahun-tahun. Kenangan tersebutlah yang membuat perpisahan ini terasa begitu mendalam bagi para pengguna setia dan penggemarnya.

“Banyak yang mengantarkan teman-teman yang ada di belakang tadi ya. Teman-teman railfans yang dulunya masih SMP, SMA, berangkat, pulang sekolah menggunakan KRL. Ini menjadi kenangan tersendiri,” kata Asdo.

Sebagai bentuk penghormatan, KCI berencana membuat sebuah monumen dari bagian kereta yang pensiun. Nantinya, potongan kabin masinis kereta akan dipajang di area Stasiun Jakarta Kota.

Acara perpisahan ini juga menjadi simbol apresiasi atas kerja sama panjang antara Indonesia dengan pemerintah Jepang. Perpisahan ini membuka jalan bagi regenerasi armada KCI yang lebih modern di masa mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....