BMKG Sulsel: Waspada Fenomena MJO Pemicu Cuaca Ekstrem

  • 27 Okt 2025 15:17 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Makassar: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar meminta masyarakat Sulawesi Selatan meningkatkan kewaspadaan. Hal ini terkait potensi cuaca ekstrem akibat fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) yang kini melintasi wilayah Indonesia.

“Untuk dua hari terakhir ini kami lihat ada fenomena global MJO yang bergerak masuk ke wilayah Indonesia di kuadran IV. Ini menyebabkan peningkatan curah hujan di sejumlah daerah, termasuk di Sulawesi Selatan,” kata Ketua Tim Bidang Meteorologi BMKG Wilayah IV Makassar, Rizky Yudha Pahlawan, Senin (27/10/2025).

Rizky menjelaskan, dalam dua hari terakhir, wilayah Sulsel dilanda hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Beberapa daerah bahkan mencatat curah hujan ekstrem, seperti di Kabupaten Barru yang mencapai lebih dari 150 mm per hari.

“Selain Barru, wilayah dengan curah hujan sedang hingga sangat lebat juga terjadi di Makassar, Maros, Pangkep. Serta wilayah Sulsel bagian utara,” ujarnya.

BMKG memperkirakan hujan masih akan berpotensi turun dalam beberapa hari ke depan dengan intensitas ringan hingga sedang. Terutama pada sore dan malam hari.

Hujan sedang juga diprediksi terjadi di wilayah Sulsel bagian utara dan sebagian selatan. Seperti Bantaeng, Bulukumba, dan Sinjai.

“Fenomena MJO masih akan berlangsung beberapa hari ke depan sebelum bergerak menjauhi wilayah Indonesia ke arah timur. Selama melintasi wilayah kita, potensi peningkatan curah hujan cukup tinggi,” kata Rizky.

MJO sendiri merupakan gelombang atmosfer non-musiman yang bergerak dari barat ke timur dengan periode osilasi sekitar 30–60 hari. Fenomena ini kerap memicu anomali curah hujan di wilayah yang dilaluinya.

Dengan adanya fenomena ini, BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Seperti banjir, pohon tumbang, dan tanah longsor.

“Langkah mitigasi perlu dilakukan, seperti membersihkan saluran air, memangkas pohon rindang, dan memastikan sistem drainase berfungsi baik. Hal ini penting untuk meminimalisir dampak cuaca ekstrem,” ucap Rizky.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....