Mengenal Pondok Pesantren Al Khoziny, Berusia 1 Abad
- 30 Sep 2025 09:11 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Mushala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo, ambruk saat salat Ashar berjamaah berlangsung, Senin (29/9/2025). Pesantren ini berusia lebih dari satu abad dengan tradisi yang tetap terjaga.
Melansir dari alkhoziny.id, Pondok Pesantren Al Khoziny berdiri pada tahun 1927 di Jalan KHR Moh Abbas I/18, Desa Buduran, Sidoarjo. Dikenal sebagai salah satu ponpes tertua di Jawa Timur.
Nama Al Khoziny diambil dari KH Raden Khozin Khoiruddi, tokoh berpengaruh di Sidoarjo. Masyarakat kerap menyebutnya Pesantren Buduran sesuai letaknya.
Santri pertama tercatat belajar sejak 1920, sebelum pondok resmi berdiri. Hal ini menunjukkan pesantren telah berusia lebih satu abad.
Sejumlah ulama besar pernah menimba ilmu di pesantren ini. Tokoh-tokoh seperti KH Hasyim Asy'ari dan KH Abd Wahab Hasbullah tercatat dalam sejarahnya.
Sejak awal berdiri, Al Khoziny mengajarkan pendidikan salaf dalam tingkatan Ula, Wustho, dan Ulya. Kitab kuning seperti Tauhid, Fiqih, Nahwu, dan Tafsir diajarkan kepada para santri.
Pada masa KH Moch Abbas, pesantren mulai mengembangkan pendidikan formal. Tahun 1964 berdiri Madrasah Tsanawiyah, lalu pada 1970 disusul Aliyah dan Ibtidaiyah.
Tahun 1982, Sekolah Tinggi Diniyah resmi berdiri sebagai pendidikan lanjutan. Pada 1993, lembaga tersebut diformalisasi menjadi STAI dan STIQ Al Khoziny.
Kini, lembaga ini berkembang menjadi Institut Agama Islam (IAI) Al Khoziny. Perpaduan tradisi salaf dan pendidikan formal membuatnya tetap relevan di era modern.
Pesantren Al Khoziny terus melahirkan santri cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia. Eksistensinya menjadi saksi perpaduan tradisi Islam klasik dengan pendidikan modern. (nadya syifa syauqiyah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....