Fakta-Fakta Aksi Ricuh di Kantor Bupati Pati
- 13 Agt 2025 17:42 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Pati: Aksi unjuk aspirasi menolak kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kantor Bupati Pati, Rabu (13/8/2025) pagi berakhir ricuh. Polisi menduga kerusuhan dipicu adanya provokasi masa dari kelompok penyusup, sehingga menimbulkan aksi pelemparan aparat dan merusak fasilitas kantor pemerintahan.
Berikut fakta-faktanya:
1. Kericuhan terjadi sekitar pukul 11.00 WIB.
Massa yang awalnya damai dengan penyampaian aspirasi lalu mulai mendorong pagar dan merangsek ke halaman pendopo. Massa kemudian melempar botol dan batu ke arah petugas keamanan.
Lemparan juga mengakibatkan sejumlah kaca jendela kantor pecah dan pagar nyaris roboh. Selanjutnya polisi melakukan upaya penindakan.
2. Polisi menembakkan gas air mata.
Melihat aksi massa sudah tidak terkendali, polisi melakukan penembakan gas air mata. Selain itu juga menyemprotkan water cannon untuk membubarkan massa.
Dalam insiden ini, satu mobil milik polisi juga dibakar oleh massa yang emosi. Kapolresta Pati, Komisaris Besar Jaka Wahyudi, menyatakan pihaknya menduga ada kelompok penyusup di luar massa utama yang sengaja memprovokasi kekerasan. "Dugaan sementara ada kelompok penyusup," ujarnya kepada wartawan.
3. Belasan orang diamankan, puluhan luka-luka
Sebanyak 11 orang diamankan dari lokasi kejadian dan dibawa ke Polresta Pati untuk diperiksa sebagai tersangka perusakan dan provokasi. Selain itu, 34 orang mengalami luka-luka, termasuk demonstran dan petugas, dan mendapatkan perawatan di beberapa rumah sakit setempat.
4. TNI/Polri berjaga-jaga
Aparat gabungan dari Kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia tetap berjaga di sekitar kantor bupati untuk mencegah bentrokan susulan dan menjaga ketertiban umum. Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto memastikan situasi berangsur kondusif usai penindakan tegas terhadap massa.
Hingga berita ini diturunkan, Bupati Pati belum memberikan tanggapan resmi terkait kericuhan dan tuntutan pengunduran dirinya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....