Petani Gentungan Mampu Produksi 45 Ton Pupuk Organik
- 22 Jun 2025 16:17 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Kelompok Taruna Tani Lestari di Desa Gentungan berhasil memproduksi 45 ton pupuk organik per bulan. Limbah kotoran ternak dimanfaatkan sebagai bahan baku utama pupuk ramah lingkungan tersebut.
Ketua Taruna Tani Lestari Kholiq Robani menjelaskan tradisi membuat pupuk sendiri sudah dikenal sejak lama. Namun, kebiasaan itu sempat ditinggalkan karena petani mulai mengandalkan pupuk kimia sintetis.
“Kami belajar dari orangtua kami dulu sebelum mulai bermunculan pupuk kimia. Kemudian limbah ternak ini mulai ditinggalkan, padahal sangat bermanfaat dan pupuk jenis ini mudah diserap nutrisinya oleh tanah," ujar Kholiq kepada Pro 3 RRI, Minggu (22/6/2025).
Awalnya, 45 ton pupuk organik baru bisa dihasilkan dalam waktu tiga bulan karena proses tradisional yang memakan waktu. Namun, metode fermentasi modern kini mempercepat proses pengolahan limbah ternak.
Berkat teknologi terbaru, mereka bisa meningkatkan efisiensi tanpa mengurangi kualitas pupuk. Kelompok tani ini juga mengedukasi para petani menggunakan pupuk yang tepat untuk hasil panen maksimal.
Respons petani terhadap pupuk ini sangat baik dan terus meningkat. Bahkan beberapa petani menjalin kontrak langsung dengan kelompok Taruna Tani Lestari.
Harga satu kilogram pupuk organik ditetapkan sebesar Rp1.000. Sementara, satu kemasan berisi 30 kilogram dijual seharga Rp30.000.
Selain produksi dan penjualan pupuk, mereka juga aktif memastikan suplai limbah ternak dari peternak lokal tetap stabil. Bahkan, Taruna Tani Lestari membeli limbah peternak yang tidak memiliki lahan pembuangan, sekaligus menjadi solusi persoalan lingkungan.
“Alhamdulillah mulai berputar, dan berdampak sangat baik. Sistemnya juga sudah tidak praktik di kelompok-kelompok kecil saja, tetapi manajemennya sudah meluas,” ujar Kholiq.
Meski produksi lancar, distribusi pupuk masih menghadapi kendala armada pengiriman. Saat ini, penyaluran hanya menjangkau wilayah dalam Kabupaten Karanganyar.
“Sudah dua tahun kami masih menabung untuk penambahan armada pengiriman. Selain dari hasil penjualan pupuk, juga tabungan dari anggota, kami sepakati membeli armada tambahan,” katanya.(Afriani Respati)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....