BNPB Percepat Rehabilitasi Pascagempa Bengkulu

  • 26 Mei 2025 09:03 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat rehabilitasi meliputi demolisi (pembongkaran bangunan) dan pembersihan puing reruntuhan bangunan. Langkah ini dilakukan setelah gempa Magnitudo 6.3 mengguncang Bengkulu, Minggu (25/5/2025).

Pembangunan kembali rumah dimulai di Perumahan Rafflesia Asri, Kelurahan Betungan, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu. "Sejumlah alat berat dikerahkan untuk mempercepat proses tersebut," kata Deputi 1 BNPB Raditya Jati, Senin (26/5/2025).

Data terakhir mencatat tujuh rumah rusak berat di lokasi tersebut menjadi prioritas pembangunan kembali. Sementara itu, sebanyak 40 rumah rusak sedang dan ringan akan direhabilitasi secara bertahap hingga kembali layak huni.

Sebelum demolisi dilakukan, personel gabungan mengikuti apel bersama Gubernur Bengkulu Helmi Hasan dan Kapolda Irjen Mardiyono. Pasukan gabungan terdiri dari Brimob, Korem, BPBD, PUPR, Basarnas, serta instansi terkait lainnya.

Raditya menyebut proses pembongkaran berlangsung lancar tanpa penolakan warga. Sebaliknya, warga antusias karena rumah mereka memang sudah rusak dan butuh perbaikan segera.

Situasi ini mempercepat proses pembangunan hunian layak pascagempa, sesuai pendampingan dan rekomendasi dari BNPB. “Sudah ada komitmen kuat dari pemerintah daerah,” ujar Raditya.

Pembangunan kembali dimulai Senin (26/5/2025) dengan target selesai dalam waktu satu bulan. Dana akan dihimpun dari kas daerah, bupati/wali kota, CSR, dan Baznas se-Provinsi Bengkulu.

BNPB juga merekomendasikan pembangunan rumah tahan gempa (RTG) untuk warga terdampak. Koordinasi dilakukan dengan Kementerian Perumahan dan Dinas PUPR agar rumah tahan terhadap gempa berikutnya.

Selain mendampingi pembangunan, BNPB juga memberi bantuan dana tunggu, stimulan, logistik, dan peralatan. Semua bentuk bantuan akan disesuaikan agar tidak tumpang tindih dengan program daerah.

“Kami siap dukung dana stimulan sesuai verifikasi kerusakan rumah warga,” ucap Raditya. BNPB akan menutup celah kebutuhan daerah dalam mendukung proses pemulihan pascagempa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....