Kenali Gejala Klinis Penyakit Demam Babi Afrika

  • 14 Mar 2025 08:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Fakfak: Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua Barat Satuan Pelayanan Fakfak mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap penyebaran Demam Babi Afrika atau African Swine Fever (ASF). Penyakit ini dapat menyebar dengan cepat dan menyebabkan kematian massal pada ternak babi.

Penanggung Jawab Satuan Pelayanan Pelabuhan Laut Fakfak, Ayu Januarsih menjelaskan, ASF memiliki gejala klinis yang khas pada babi. “Gejalanya antara lain babi tampak lesu, tidak nafsu makan, mengalami demam tinggi, serta kulit kemerahan pada telinga dan bagian tubuh lainnya,” ujarnya kepada RRI, Kamis (13/3/2025).

Selain itu, babi yang terinfeksi ASF juga dapat mengalami muntah berwarna kuning hingga berdarah, diare parah, dan akhirnya mati dalam waktu singkat. "Penyakit ini tidak hanya berbahaya bagi ternak, tetapi juga berpotensi merugikan peternak secara ekonomi", ujarnya melanjutkan.

Balai Karantina meminta masyarakat, terutama peternak, untuk segera melaporkan jika menemukan gejala ASF pada ternak. Upaya pencegahan dengan meningkatkan biosekuriti dan membatasi pergerakan ternak menjadi langkah utama dalam mengendalikan penyebaran penyakit ini.

Hingga saat ini, pemerintah terus melakukan pemantauan dan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengurangi risiko penyebaran ASF di wilayah Fakfak dan sekitarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....