Menjinakkan Resah, Menebar Kasih
- 11 Nov 2025 10:16 WIB
- Ranai
KBRN, Ranai: Di berbagai sudut perkampungan dan pemukiman warga di Kota Ranai dan Desa sekitarnya gonggongan anjing anjing liar seringkali terdengar. Sekumpulan anjing liar ini tidak jarang berlarian di jalan, menyusuri bahkan masuk hingga ke pekarangan rumah rumah warga. Kehadiran hewan berbulu ini awalnya memang dianggap biasa saja. Namun seiring waktu jumlah mereka pun kian bertambah dan mulai menimbulkan keresahan.
Bagi sebagian warga, semakin bertambahnya populasi anjing liar bahkan menjadi ancaman. Bukan hanya mengganggu tanaman, tetapi juga merusakan ternak peliharaan warga seperti ayam. Rasa was-was pun muncul setiap kali malam menjelang, saat kawanan anjing ini bergerak mencari makan.
Namun di balik keresahan itu, hadir sebuah langkah bijaksana dari Kepolisian Sektor Bunguran Timur. Bersama dengan pihak terkait nantinya, kini tengah menyiapkan lahan seluas kurang lebih 1,5 hektar untuk penangkaran anjing liar. Sebuah gagasan sederhana namun penuh makna yakni berbagi kasih dengan anjing liar.
Kapolsek Bunguran Timur, AKP Neyla Boy, mengemukakan saat ini pihaknya tengah menyiapkan lahan penangkaran untuk anjing-anjing liar yang selama ini dinilai oleh warga semakin membuat resah. Lahan tersebut nantinya berlokasi di kawasan Senubing, Ranai yang cukup jauh dari pemukiman warga ramai.
“Penangkaran ini kita buat untuk sementara, karena kalau kita buat permanen mungkin di samping memakan biaya yang banyak juga makan waktu lama. Sementara laporan dari masyarakat tentang anjing liar ini sudah semakin banyak dan meresahkan lah gitu. Ada yang melaporkan anak sapinya dimakan secara bergerombolan, sudah mulai ngejar orang. Untuk lahan kita siapkan nantinya sekitar 1,5 hektar. Jadi kita siapkan dulu lahannya dibuat batu miring," ujar AKP Neyla Boy Kapolsek Bunguran Timur.
Di lahan penangkaran itu, anjing anjing yang sebelumnya berkeliaran akan ditangkap, ditampung dan dirawat. Tidak sekedar dipelihara, mereka juga akan diberi ruang hidup yang lebih layak lagi. Penangkaran ini juga diharapkan mampu menekan potensi gangguan terhadap masyarakat.
“ Kebetulan kami sudah siapkan tempatnya, jadi kalaupun nanti kalau ada anjing liar berkumpul tangkap aja, tangkap antar ke sana. Kita tempatkan semacam apa namanya itu semacam shelter lah, ada yang merawatnya kita gaji dia. Anjing liar itu kita beri makan, kita perlakukan dia sebagai anjing lah," kata AKP Neyla Boy lagi.
Langkah ini menunjukkan bahwa penyelesaian masalah sosial tidak melulu harus dengan cara yang keras. Ada jalan tengah yang lebih manusiawi yakni dengan memberikan kesempatan bagi makhluk hidup lainnya untuk hidup tanpa harus mengganggu.
Barangkali banyak yang mendukung gagasan tersebut dan mungkin juga tidak semua yang setuju. Seperti pendapat salah satu warga Herman di desa Sepempang bahwa keberadaan anjing liar sebaiknya juga mendapatkan perhatian.
“Karena saya tengok anjing liar di Kota Ranai ini sudah banyak sekali, baik di kotanya maupun di desanya. Dan juga terutama sekali bagi yang memelihara ayam. Ayamnya sudah besar dimakan sama anjing. Dan di malam hari di jalan jalan aspal banyak sekali anjing berkeliaran, sampai kita nabrak anjing sampai masuk rumah sakit. Bahkan ada yang sampai meninggal. Jadi anjing anjing liar ini sangat meresahkan sekali," ucap Herman, Salah seorang warga di Puak Ranai.
Keberadaan anjing liar memang salah satu gambaran persoalan yang dihadapi dari perkembangan dinamika sosial masyarakat yang juga memerlukan solusi. Persoalan yang menuntut adanya jalan keluar dan memberikan dampak positif terhadap lingkungan serta ketertiban bersama.
“Kalau untuk anjing peliharaan itu bagusnya dibuat kendang sendiri supaya tidak berkeliaran dan kalau bisa dikasi kalung di lehernya. Jadi kalau lepas dari kendang misalnya jadi orang pun tau kalau itu anjing peliharaan atau anjing berburu babi. Karena kalu di desa-desa itu biasanya yang pelihara anjing itu untuk berburu babi," katanya.
Menjinakkan resah, menebar kasih kepada anjing liar, pada akhirnya bukan hanya soal menertibkan lingkungan, tapi juga sebuah pesan moral bahwa peradaban manusia sejati diukur dari cara kita memperlakukan makhluk yang lebih lemah. (Vespa Krisnwathy)