Fakta Tanah Bergerak di Tegal Jawa Tengah
- 10 Feb 2026 20:05 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna - Fenomena tanah bergerak yang melanda Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, kini menjadi perhatian nasional setelah menyebabkan kerusakan rumah dan pengungsian warga. Penyelidikan geologi pemerintah menyebutkan bahwa pergerakan ini disebabkan oleh fenomena “creeping” atau rayapan tanah.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah, Agus Sugiharto, menjelaskan bahwa jenis tanah yang dominan berupa lapisan clay atau lempung yang basah dapat merayap perlahan. Kondisi itu memicu pergerakan permukaan tanah luas.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal menunjukkan bahwa peristiwa ini telah merusak ratusan rumah dan memaksa ribuan warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Warga yang mengngsi termasuk santri yang berada di pesantren setempat.
Selain itu, laporan lain menyebut hingga 2.426 jiwa dari ratusan rumah terdampak bencana tanah bergerak. Pemerintah daerah setempat menetapkan status tanggap darurat guna mempercepat respons bantuan dan evakuasi warga.
Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming, meninjau langsung lokasi dan menegaskan bahwa keselamatan warga adalah prioritas utama. Wapres meminta agar warga tidak kembali ke rumah mereka sampai kondisi tanah benar-benar stabil.
Pemerintah provinsi juga menyiapkan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak. Disamping itu Pemerintah terus melakukan pengawasan dan mitigasi risiko bencana susulan di wilayah tersebut.
Ahli geologi lokal mengingatkan bahwa kejadian tanah bergerak kerap dipicu oleh akumulasi air tanah, kemiringan lereng, dan konsistensi tanah yang lemah. Dengan peristiwa itu maka perencanaan tata ruang dan drainase menjadi aspek penting dalam mitigasi jangka panjang.