Memaknai Malam Lailatul Qodar (Malam Seribu Bintang)

  • 08 Apr 2024 21:05 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN, Palangka Raya: Lailatul Qodar atau Malam Seribu Bintang merupakan malam kemuliaan yang terdapat dalam bulan suci Ramdan, di malam ini semua umat muslim berlomba-lomba untuk bisa mendapatkannya dengan memperbanyak ibadah mendekatkan diri kepada Allah dan memperbanyak berbuat kebaikan.

Salah satu tokoh Islam Kota Palangka Raya, H Syahrun yang juga merupakan Ketua Forum Kerukunan antar Umat Beragama (FKUB) Palangka Raya, berpandangan bahwa lailatul qodar merupakan keistimewaan yang hanya diberikan kepada umat nabi Muhammad SAW pada bulan Ramadan ini.

Selain itu pula hal ini, mengingat umat nabi Muhammad Rata-rata berumur tidak panjang. Dengan keistimewaan barang siapa yang beribadah di malam lailatul qadar maka ia akan mendapatkan pahala seperti beribadah di 1000 bulan lainnya.

Pada bulan Ramadan, salah satu amalan yang dianjurkan untuk dilakukan umat muslim adalah mencari berkah Lailatul Qadar. ”Barang siapa yang mengerjakan ibadah, salat malam, serta amalan baik lainnya pada Malam Lailatul Qadar, maka akan mendapat pahala yang berlipat ganda,” ucapnya, Senin (8/4/2024).

Sementara itu salah satu warga Kota Cantik Palangka Raya, Amala mengaku sangat menantikan malam lailatul qadar yang datangnya juga tidak dapat di ketahui secara pasti, pada 10 hari bulan terakhir Ramadan. Maka berlomba-lomba manusia untuk mendapatkannya. ”Saya salut mba, saat ini banyak generasi muda, bahkan ada yang sampai I’tikafdi atau berdiam diri sambil beribadah di dalam mesjid,” ujarnya.

Secara bahasa, Lailatul Qadar terdiri dari dua kata Bahasa Arab yaitu lail atau lailah yang artinya malam hari, sedangkan kata qadar berarti ketetapan atau sesuatu yang ditentukan oleh Allah SWT dari urusan-urusan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Lailatul Qadar adalah malam ketika Allah menetapkan perjalanan hidup manusia.

Malam Lailatul Qadar juga dapat didefinisikan sebagai salah satu malam yang paling mulia di bulan Ramadan. Disebutkan pula dalam Al-Quran surat Al-Qadr ayat 3, bahwa malam Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari pada malam seribu bulan.

Dalam Al-Quran, Lailatul Qadar memiliki beberapa arti seperti malam penetapan, malam kemuliaan, dan malam yang sempit. Ketiga arti tersebut memiliki makna yang berbeda-beda.

Meskipun tidak ada yang mengetahui dengan pasti kapan Malam Lailatul Qadar terjadi, namun beberapa hadits mengatakan jika malam Lailatul Qadar jatuh pada malam ganjil di 10 hari terakhir bulan Ramadan. Hal tersebut tergambar dalam sabda Rasulullah SAW, “Carilah Lailatul Qadar pada tanggal ganjil dari sepuluh akhir bulan Ramadan,” (H.R. Bukhari).

Rasulullah SAW memberi teladan pada umat muslim untuk meningkatkan ibadah dengan tujuan mendapatkan keistimewaan Malam Lailatul Qadar. Para umat muslim akan mencari Lailatul Qadar pada 10 hari terakhir Ramadan dengan melakukan I’tikaf di masjid.

Dengan kata lain malam lailatul Qadar adalah malam Malam yang Penuh Berkah dan Rezeki Malam yang Lebih Baik dari 1.000 Bulan, Malam Penuh Keselamatan, Malam Diturunkannya Al-Quran, Malam Turunnya Para Malaikat dan Malam Saat Dosa Manusia Diampuni Allah SWT.

Salah satu keistimewaan Malam Lailatul Qadar adalah ibadah yang kita lakukan pada malam itu akan mendapatkan kemuliaan dan ganjaran yang lebih baik dari ibadah seribu bulan. Malam Lailatul Qadar memiliki banyak keistimewaan dan keutamaan, sehingga disebut malam paling utama di bulan Ramadan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....