Hadrat, Sisi Lain yang Dirindukan Warga Hila di Ramadan
- 31 Mar 2024 17:24 WIB
- Ambon
KBRN, Ambon: Warga Negeri Hila, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Provinsi Maluku, menghidupkan tradisi bangunkan sahur dengan cara hadrat keliling kampung sebagai bagian dari perayaan bulan Ramadan.
Hadrat tidak hanya menjadi kegiatan yang kerap kali dilakukan sebelum waktu sahur, tetapi juga menjadi momen untuk mempererat hubungan antara sesama warga serta menjaga dan merawat nilai-nilai agama, tradisi dan budaya.
Bisa dibilang, bukan saja soal puasa dan pahala, tapi bulan ramadan juga dirindukan warga Hila karena adanya tradisi khas ini.
Salah satu tokoh agama Negeri Hila, Ust. Djamaluddin Bugis mengatakan, hadrat telah menjadi tradisi turun-temurun yang dilakukan warga Hila sejak dulu.
Biasanya, hadrat dilakukan dalam sebuah acara perkawinan, acara sunatan maupun khatamil Alquran. Tapi yang paling ditunggu adalah hadrat bangunkan sahur di bulan ramadan.
"Jadi seperti ada magic disini. Karena setiap tiba bulan ramadan, hadrat lah yang paling ditunggu-tunggu," kata Djamaluddin usai dilaksanakan hadrat keliling kampung di Hila, Minggu (31/3/2024) dini hari.
Dikatakan, tradisi bangun sahur dengan hadrat keliling kampung sudah menjadi bagian dari identitas warga Hila. Selain untuk menjaga ibadah puasa, kegiatan ini pun menjadi momen berharga untuk saling menguatkan hubungan sosial warga.
Hadrat juga menjadi tradisi yang bagi warga Hila sangat bermanfaat. Karena didalamnya dilantunkan sholawat kepada nabi Muhammad SAW dan juga dzikir serta pujian-pujian kepada Allah SWT.

Tidak hanya memberikan manfaat secara spiritual, Djamaluddin bilang, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan nilai-nilai solidaritas dan kepedulian kepada generasi muda.
Anak-anak ikut serta dalam kegiatan ini, belajar tentang kebersamaan, gotong royong, budaya dan nilai-nilai keagamaan yang turun-temurun diwariskan oleh para pendahulu.
Dengan semangat kebersamaan yang tinggi, masyarakat Hila menunjukkan betapa pentingnya menjaga tradisi dan nilai-nilai budaya lokal di tengah arus modernisasi.
Hadrat keliling kampung bukan hanya sekadar kegiatan ritual, tetapi juga cermin dari kekayaan budaya dan kearifan lokal yang patut dilestarikan.
"Sebenarnya pelaku hadrat hanya orang tua. Tapi, kini kita memodernisasi lagi dengan melibatkan anak-anak kecil agar tradisi ini tertanam sejak dini. Kita rawat betul tradisi yang baik ini," ucap Djamaluddin
Dia mengaku, hadrat di malam bulan ramadan biasanya dilakukan tiga hari sekali. "Jadi nanti hari Rabu kita lakukan lagi. Kemudian di hari Jumat atau dimalam 7 likur, dan malam takbiran," tukasnya
Sekedar tahu, hadrat di negeri Hila untuk membangunkan sahur juga kerap diselingi dengan kegiatan seni bernuansa islam lainnya, misalnya tarian dana-dana, samra dan lain sebagainya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....