Panduan Praktis Salat Idulfitri, Lengkap dengan Niat dan Tata Cara

  • 20 Mar 2026 15:41 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tata cara salat idulfitri dan bacaan niatnya
  • Niat dan Tata Cara Salat Idulfitri Jadi Panduan Utama Umat Muslim di Hari Kemenangan
  • Pelaksanaan Salat Disunnahkan di Tanah Lapang Sejak Matahari Terbit

RRI.CO.ID, Jakarta - Idulfitri selalu diawali dengan pelaksanaan Salat Idulfitri yang menjadi salah satu ibadah utama yang dianjurkan setiap 1 Syawal. Dalam pelaksanaannya, umat Muslim kerap mempersiapkan tata cara salat agar dapat menjalankannya dengan baik dan sesuai tuntunan.

Selain tata cara pelaksanaan, bacaan niat juga menjadi bagian penting dalam Salat Idulfitri yang tidak boleh diabaikan. Niat dibaca sebelum memulai salat sebagai penegasan ibadah yang dilakukan dengan penuh kesadaran.

Adapun waktu pelaksanaan Salat Idulfitri dimulai setelah matahari terbit hingga menjelang waktu zuhur menurut pendapat ulama. Pelaksanaan salat juga dianjurkan tidak terlalu awal agar memberi kesempatan umat Muslim menunaikan zakat fitrah terlebih dahulu.

Salat Idulfitri ini umumnya dilaksanakan di tanah lapang atau area terbuka secara berjamaah sebagai bentuk syiar kebersamaan umat Islam. Namun, pelaksanaan di masjid tetap diperbolehkan jika terdapat kondisi tertentu yang tidak memungkinkan di lapangan.

Ketentuan ini merujuk pada riwayat dari Abi Said al-Hudzri:

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَالْأَضْحَى إِلَى الْمُصَلَّى

Artinya: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa keluar pada hari Idul Fitri dan Idul Adha ke tanah lapang." (HR Bukhari dan an-Nasai)

Berikut tata cara Salat Idulfitri yang dapat menjadi panduan bagi umat Muslim dalam melaksanakan ibadah:

- Membaca niat salat Idulfitri

1. Niat sebagai Imam

أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Artinya: “Aku niat Salat sunah Idulfitri dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”

2. Niat sebagai Makmum

أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Artinya: “Aku niat salat sunah Idulfitri dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

- Membaca doa iftitah

- Takbir sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama

Masing-masing takbir dipisah dengan membaca doa berikut:

سُبْحَانَ اللهُ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Artinya: "Maha Suci Allah, dan segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar."

- Membaca surah Al-Fatihah

- Membaca surah salah satu surah dalam Al-Qur’an, namun dianjurkan surah Qaf, Al-Qamar, Al-A'la, dan Al-Ghasiyah

- Rukuk

- I’tidal

- Sujud pertama

- Duduk di antara dua sujud

- Sujud kedua

- Bangkit untuk rakaat kedua[

bacajuga=2;title="Komunitas Gabungan Hiroshima Gelar Salat Idulfitri 1447 H di Empat Titik";sumber="berita"]

- Takbir sebanyak lima kali pada rakaat kedua dan diiringi bacaan yang sama seperti rakaat pertama

- Membaca surah Al-Fatihah dan surah Al-Qur’an

- Rukuk, i’tidal, sujud, hingga tasyahud

- Salam sebagai penutup salat

Setelah pelaksanaan salat, umat Muslim dianjurkan untuk mendengarkan khutbah Idulfitri sebagai bagian dari rangkaian ibadah. Khutbah tersebut menjadi sarana penyampaian pesan keagamaan yang melengkapi makna hari kemenangan umat Islam.

Dengan memahami tata cara dan ketentuannya, umat Muslim diharapkan dapat melaksanakan Salat Idulfitri dengan khusyuk. Momentum ini juga menjadi bagian penting dalam menyempurnakan ibadah di hari kemenangan setelah Ramadan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....