Mengapa Perlu Sidang Isbat? Ini Penjelasannya

  • 19 Mar 2026 11:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sidang isbat oleh Kementerian Agama Republik Indonesia menjadi forum resmi untuk menetapkan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah berdasarkan musyawarah ulama, pakar, dan berbagai pihak.
  • Penetapan dilakukan menggunakan metode rukyat dan hisab sesuai fatwa Majelis Ulama Indonesia, serta berlaku secara nasional dengan kekuatan hukum melalui keputusan Menteri Agama
  • Sidang isbat penting untuk menyatukan perbedaan metode antarormas Islam dan memperkuat persatuan serta toleransi umat dalam menjalankan ibadah

RRI.CO.ID, Jakarta — Kementerian Agama (Kemenag) secara rutin menggelar sidang isbat untuk menetapkan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah. Pelaksanaan sidang isbat Kemenag menurut sejumlah sumber telah berlangsung sejak 1962, dilansir dari laman resmi Kemenag, Kamis, 19 Maret 2026.

Penetapan tersebut juga diperkuat oleh fatwa dari Majelis Ulama Indonesia melalui Keputusan Nomor 2 Tahun 2004. Keputusan tersebut menyatakan, penentuan awal bulan Hijriah dilakukan dengan metode rukyat dan hisab oleh pemerintah dan berlaku secara nasional.

Sidang isbat dilaksanakan melalui musyawarah, hasilnya kemudian ditetapkan oleh Menteri Agama. Hasil sidang isbat akan diumumkan oleh Menteri Agama dan menjadi momen yang dinantikan oleh masyarakat.

Sidang isbat melibatkan berbagai pihak, mulai dari ulama, pakar astronomi, ahli falak, hingga perwakilan ormas Islam dan instansi terkait. Sejumlah lembaga negara seperti DPR, Mahkamah Agung, serta BMKG, BRIN, dan Badan Informasi Geospasial turut hadir dalam sidang tersebut.

Selain itu, institusi akademik seperti Observatorium Bosscha ITB dan Planetarium Jakarta, serta para duta besar negara sahabat juga ikut berpartisipasi. Banyak organisasi kemasyarakatan Islam di Indonesia memiliki metode dan standar berbeda dalam menentukan awal bulan Hijriah.

Hal tersebut sering memunculkan perbedaan pandangan akibat perbedaan mazhab dan pendekatan. Sidang isbat menjadi forum bersama untuk menyatukan perbedaan tersebut sekaligus sebagai mekanisme pengambilan keputusan.

Selain Indonesia, sejumlah negara Arab juga melakukan praktik yang sama. Melalui sidang isbat, pemerintah mengingatkan pentingnya persatuan dalam menjalankan ibadah, sekaligus menumbuhkan sikap toleransi dan saling menghormati.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....