Ramadan Sebagai Momentum Perkuat Solidaritas Sosial

  • 17 Mar 2026 12:52 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ramadan bukan hanya ibadah personal semata, tetapi juga keseimbangan antara hubungan dengan Allah dan sesama manusia
  • Islam adalah agama yang menyeimbangkan antara hubungan vertikal kepada Allah dan hubungan horizontal kepada sesama manusia

RRI.CO.ID, Jakarta - Pengurus Pusat Majelis Dakwah Kebangsaan, Pahrurroji M. Bukhori menegaskan Ramadan sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial. Ia menyebut Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai ibadah personal semata, tetapi juga keseimbangan antara hubungan dengan Allah dan sesama manusia.

“Ramadan bukan hanya bulan ibadah individual, tetapi juga bulan penguatan solidaritas sosial. Islam adalah agama yang menyeimbangkan antara hubungan vertikal kepada Allah dan hubungan horizontal kepada sesama manusia,” ujar Pahrurroji dalam program Syiar Ramadan jelang imsak Pro 3 RRI, Selasa, 17 Maret 2026.

Menurutnya, nilai solidaritas sosial dalam Islam berakar pada ajaran tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan. Prinsip tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.

Ia menjelaskan Rasulullah SAW mengajarkan pentingnya empati yang diwujudkan dalam tindakan nyata. Solidaritas bukan sekadar rasa simpati, melainkan kepedulian yang mendorong aksi membantu sesama.

“Di bulan Ramadan, solidaritas sosial diwujudkan dalam berbagai bentuk. Puasa mengajarkan empati terhadap kaum dhuafa, zakat untuk membantu sesama, berbagi makanan berbuka menguatkan ukhuwah,” katanya.

Ia menambahkan, esensi ibadah tidak hanya pada ritual, tetapi juga penyucian hati dari sifat egoisme. Solidaritas sosial menjadi buah dari hati yang bersih dan penuh kepedulian.

“Ramadan seharusnya melahirkan pribadi muttaqin, yang tidak hanya rajin shalat dan tilawah. Tetapi juga peduli pada fakir miskin, anak yatim, dan mereka yang tertimpa musibah,” ucapnya.

Dalam konteks kehidupan berbangsa, solidaritas sosial dinilai menjadi energi penting untuk menjaga persatuan. “Jangan sampai Ramadan hanya meninggalkan rasa lapar dan haus, tetapi tidak melahirkan kepedulian sosial,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya berbagi kepada sesama, termasuk melalui pemberian makanan berbuka puasa. Hal tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian yang dianjurkan dalam ajaran Islam.

Rekomendasi Berita