Muhammadiyah Tetapkan Lebaran Jatuh pada 20 Maret 2026

  • 16 Mar 2026 14:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan tersebut merujuk pada keputusan Musyawarah Nasional XXXII Tarjih Muhammadiyah.

Dalam forum itu disepakati penggunaan sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sebagai acuan penentuan awal bulan Islam. KHGT merupakan sistem kalender hijriah yang dirancang untuk menyatukan penentuan awal bulan Islam secara global.

Dalam konsep ini, seluruh bumi dipandang sebagai satu kesatuan matlak sehingga awal bulan berlaku serentak di dunia. Pendekatan tersebut membuat penentuan awal bulan tidak lagi bergantung pada batas wilayah tertentu.

Awal bulan ditetapkan berdasarkan terpenuhinya parameter astronomi di salah satu wilayah di dunia. Dalam sistem KHGT terdapat beberapa kriteria untuk menentukan awal bulan hijriah, di mana parameter ini berkaitan dengan posisi bulan terhadap matahari berdasarkan perhitungan astronomi.

Kriteria pertama menyatakan bahwa seluruh dunia dianggap sebagai satu kesatuan matlak. Dengan demikian, awal bulan hijriah dimulai secara bersamaan di seluruh wilayah bumi.

Kriteria kedua menetapkan bulan baru dimulai jika sebelum pukul 24.00 UTC telah terpenuhi parameter tertentu. Parameter tersebut yakni elongasi minimal 8 derajat dan tinggi hilal minimal 5 derajat saat matahari terbenam.

Kriteria ketiga mengatur kondisi ketika parameter baru terpenuhi setelah pukul 24.00 UTC. Dalam situasi itu, bulan baru tetap dimulai jika parameter terjadi di daratan Benua Amerika dan ijtimak berlangsung sebelum fajar di Selandia Baru.

Data astronomi menunjukkan bahwa seluruh kriteria tersebut terpenuhi untuk penentuan Syawal 1447 Hijriah. Peristiwa ijtimak tercatat terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 01:23:28 UTC.

Setelah ijtimak berlangsung, posisi bulan terus bergerak menjauhi matahari hingga memenuhi syarat visibilitas. Parameter astronomi tersebut kemudian menjadi dasar penentuan awal bulan Syawal.

Lokasi pertama yang memenuhi kriteria tercatat berada pada koordinat 64° 59′ 57.47″ LU dan 42° 3′ 3.47″ BT. Di lokasi itu, matahari terbenam pukul 18:12:15 waktu setempat dengan tinggi bulan 6,49 derajat dan elongasi 8 derajat.

Parameter yang sama juga terpenuhi di Makkah, Arab Saudi. Saat matahari terbenam pada 19 Maret 2026, tinggi bulan mencapai +06° 09′ 09″ dengan elongasi geosentrik 08° 05′ 24″.

Nilai tersebut melampaui batas minimal yang ditetapkan dalam kriteria KHGT. Hal itu menandakan bahwa syarat visibilitas hilal secara astronomis telah terpenuhi.

Sementara itu, waktu fajar di Selandia Baru pada hari yang sama tercatat pukul 16:50:02 UTC. Data ini memastikan seluruh parameter dalam sistem KHGT telah terpenuhi sesuai rentang waktu yang ditentukan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....