Ketahui Lima Sebab Disunnahkannya Sujud Sahwi dalam Shalat

  • 15 Mar 2026 14:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Sujud sahwi merupakan amalan sunnah yang dianjurkan ketika seseorang mengalami kekeliruan dalam salat. Amalan ini dilakukan untuk menutup kekurangan akibat lupa atau keraguan saat menjalankan shalat.

Dalam literatur fikih dijelaskan beberapa sebab yang membuat sujud sahwi dianjurkan. Berikut hal-hal yang menjadi penyebab disunnahkannya sujud sahwi, dikutip dari jabar.nu.or.id:

Sebab pertama adalah meninggalkan sunnah ab’ad seperti qunut, tasyahud awal, dan duduk tasyahud awal. Jika salah satu amalan tersebut terlewat saat shalat, maka dianjurkan melakukan sujud sahwi.

Sebab kedua adalah lupa melakukan sesuatu yang dapat membatalkan saalat jika dilakukan secara sengaja. Contohnya memperpanjang bacaan ketika i’tidal atau duduk di antara dua sujud.

Kedua posisi tersebut termasuk rukun yang seharusnya dilakukan secara singkat. Karena itu, memperpanjangnya akibat lupa dianjurkan ditutup dengan sujud sahwi.

Sebab ketiga adalah memindahkan bacaan rukun qauli (ucapan) bukan pada tempatnya dalam shalat. Misalnya membaca Al-Fatihah ketika duduk di antara dua sujud.

Sebab keempat adalah munculnya keraguan apakah seseorang telah meninggalkan sunnah ab’ad atau tidak. Dalam kondisi ragu seperti ini, sujud sahwi dianjurkan sebelum salam.

Sebab kelima berkaitan dengan kemungkinan adanya tambahan dalam jumlah rakaat saalat. Jika ragu tiga atau empat rakaat, seseorang dianjurkan berpegang pada hitungan yang diyakini.

Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa dalam kondisi ragu, seseorang dianjurkan berpegang pada jumlah rakaat yang pasti. Kemudian menambah satu rakaat dan melakukan dua sujud sebelum salam.

إذا شك أحدكم فلم يدر أصلى ثلاثا أم أربعا فليلق الشك وليبن على اليقين وليسجد سجدتين قبل السلام

"Ketika kalian ragu, tidak ingat apakah telah melakukan shalat tiga rakaat atau empat rakaat maka buanglah rasa ragu itu. Lanjutkanlah pada hal yang diyakini (hitungan tiga rakaat) dan hendaklah melakukan sujud dua kali sebelum salam."

فإن كانت صلاته تامة كانت الركعة ، والسجدتان نافلة له ، وإن كانت ناقصة كانت الركعة تماما للصلاة ، والسجدتان يرغمان أنف الشيطان

"Jika shalat tersebut sempurna maka tambahan satu rakaat dihitung (pahala) baginya dan dua sujud merupakan kesunnahan baginya. Jika ternyata shalatnya memang kurang satu, maka tambahan satu rakaat menyempurnakan shalatnya dan dua sujud itu untuk melawan kehendak syaitan." (HR. Abu Daud)

Para ulama menjelaskan bahwa hukum sujud sahwi adalah sunnah muakkad. Artinya, shalat tetap sah meskipun seseorang tidak melaksanakan sujud sahwi.

Namun dalam salat berjamaah, makmum wajib mengikuti imam yang melakukan sujud sahwi. Jika makmum sengaja tidak mengikuti imam, para ulama menyatakan shalatnya dapat batal.

Rekomendasi Berita