Simak Bacaan Takbiran untuk Idulfitri Beserta Artinya
- 15 Mar 2026 12:56 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Idulfitri menjadi momen kemenangan bagi umat Islam setelah menjalani ibadah puasa Ramadan. Mulai dari malam Idulfitri atau malam takbiran hingga keesokannya, umat Muslim dianjurkan memperbanyak takbir sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT.
Melansir NU Online, dasar anjuran ini tertuang dalam surah Al-Baqarah ayat 185. Allah SWT berfirman sebagai berikut:
وَلِتُكۡمِلُواْ ٱلۡعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمۡ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ
Artinya, “Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Babqarah 2: 185)
Takbir Idulfitri biasanya mulai dikumandangkan sejak terbenamnya matahari pada malam 1 Syawal. Bacaan ini terus dilantunkan hingga sebelum pelaksanaan salat Idulfitri.
Bacaan takbir memiliki beberapa variasi, seperti takbir muqayyad dan takbir mursal, tapi inti pesannya tetap sama. Isinya adalah pujian dan pengagungan kepada Allah atas nikmat dan petunjuk-Nya.
Berikut bacaan takbir Idulfitri versi singkat yang umum dikumandangkan umat Muslim. Lafal ini sering dilantunkan berulang pada malam takbiran:
الله أكبر الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله والله أكبر، الله أكبر ولله الحمد
"Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. La ilaha illallahu wallahu akbar. Allahu akbar wa lillahil hamd."
Artinya, "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar dan segala puji bagi-Nya."
Melansir laman Rumaysho, selain versi singkat, ada juga bacaan takbir yang lebih panjang yang biasanya dilantunkan dalam takbiran berjamaah di masjid atau lapangan. Bacaan ini berdasarkan tinjauan madzhab Syafi'i yang berbunyi:
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الِلّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُوْنَ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الاَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ
"Allaahu akbar kabiraa, walhamdu lillaahi katsiraa, wa subhanallaahi bukratan wa ashilaa. laa ilaaha illallaahu wa laa na‘budu illaa iyyaahu mukhlishiina lahud diina wa law karihal kaafiruun, laa ilaaha illallaahu wahdah, shadaqa wa‘dah, wa nashara ‘abdah, wa hazamal ahzaaba wahdah, laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar."
Artinya, "Allah maha besar. Segala puji yang banyak bagi Allah. Maha suci Allah pagi dan sore. Tiada tuhan selain Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya, memurnikan bagi-Nya sebuah agama meski orang kafir tidak menyukainya. Tiada tuhan selain Allah yang esa, yang menepati janji-Nya, membela hamba-Nya, dan sendiri memorak-porandakan pasukan musuh. Tiada tuhan selain Allah. Allah maha besar.”
Takbir menjadi pengingat bahwa seluruh keberhasilan selama Ramadan berasal dari kebesaran Allah SWT. Melalui takbir, umat Islam diajak mensyukuri kemenangan setelah sebulan berpuasa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....