PLN Jakarta Raya Santuni Ratusan Duafa dan Anak Yatim saat Ramadan
- 15 Mar 2026 00:59 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya menyalurkan santunan duafa pada Jumat, 13 Maret 2026. Kegiatan pemberian paket bantuan sembako ini dilaksanakan secara langsung bertempat di Masjid Nurul Falah wilayah Jakarta Pusat.
General Manager Perusahaan Listrik Negara (PLN) UID Jakarta Raya Moch. Andy Adchaminoerdin menyerahkan santunan secara simbolis. Ia hadir mewakili jajaran pimpinan lainnya sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kehidupan masyarakat yang sangat membutuhkan.
“Bulan Ramadan mengajarkan kita untuk lebih peka terhadap kondisi sekitar. Momentum ini menjadi kesempatan bagi PLN UID Jakarta Raya untuk berbagi, memperkuat empati, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Andy Adcha.
Korporasi membagikan ratusan paket bantuan kepada 500 orang warga duafa agar mereka dapat memenuhi segala kebutuhan konsumsi. Selain itu, pihak PLN menyalurkan santunan kepada 322 anak yatim serta kepada 100 orang guru pengajar mengaji.
“Kami menjaga keandalan listrik agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan nyaman. Di saat yang sama, kami berbagi kebahagiaan melalui santunan dan kegiatan sosial sebagai bagian dari tanggung jawab PLN kepada masyarakat,” kata Andy Adcha.
Ali Masykur Musa selaku Komisaris Independen PLN memberikan tausiyah yang berfokus pada aspek penguatan keimanan bagi seluruh pegawai. Dia mengajak insan perusahaan agar senantiasa meningkatkan kepedulian sosial sesuai ajaran luhur di dalam kitab suci Al-Qur’an.
Manajer PLN UID Jakarta Raya Haris Andika menutup kegiatan tersebut dengan memberikan keterangan mengenai harapan dari jajaran manajemen. Semua pihak sangat berharap jalinan kasih antarsesama ini mampu menjaga silaturahmi di wilayah seluruh kota Jakarta.
"Melalui kegiatan ini, PLN UID Jakarta Raya berharap semangat berbagi, kebersamaan, dan nilai-nilai kebaikan di bulan Ramadan dapat terus menguat, sekaligus mempererat hubungan antara PLN dan masyarakat Jakarta," kata Haris Andika.