Mengenal Tradisi Unik Sambut Lebaran Idulfitri di Berbagai Daerah Indonesia
- 14 Mar 2026 11:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Menjelang Hari Raya Idulfitri, masyarakat di berbagai daerah Indonesia memiliki beragam tradisi khas dalam menyambut Lebaran. Tradisi tersebut tidak hanya menjadi bagian dari perayaan keagamaan, tetapi juga mencerminkan kekayaan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Berbagai tradisi Lebaran di Indonesia umumnya dilakukan sebelum maupun setelah Hari Raya Idulfitri. Kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan rasa syukur setelah menjalani ibadah Ramadan.
Selain memiliki nilai religius, tradisi menyambut Lebaran juga sarat dengan makna sosial dan budaya di masing-masing daerah. Beragam kegiatan ini menjadi bagian dari identitas masyarakat lokal yang tetap dilestarikan hingga saat ini.
Berikut beberapa tradisi unik menyambut Lebaran Idulfitri di Indonesia yang dihimpun dari laman Kemenparekraf:
- Meugang di Aceh
Tradisi Meugang atau Makmeugang di Aceh ini dilakukan dengan menyembelih hewan seperti sapi maupun kambing menjelang hari besar keagamaan. Tradisi ini biasanya dilaksanakan tiga kali dalam setahun, yakni menjelang Idulfitri, Iduladha, dan pada bulan Ramadan.
Di wilayah pedesaan, Meugang umumnya digelar satu hari sebelum hari raya, sementara di perkotaan dilakukan dua hari sebelumnya. Daging hasil sembelihan kemudian dimasak di rumah dan dibawa ke masjid untuk disantap bersama keluarga serta masyarakat sekitar.
- Batobo di Riau
Batobo adalah tradisi menyambut para perantau yang pulang ke kampung halaman menjelang Lebaran. Kedatangan para pemudik biasanya disambut secara khusus oleh masyarakat setempat.
Rombongan perantau diarak menggunakan iringan rebana sambil melintasi persawahan menuju lokasi berbuka puasa bersama. Tradisi ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus melepas rindu antara perantau dan keluarga di kampung halaman.
- Bakar Gunung Api atau Ronjok Sayak di Bengkulu
Tradisi Bakar Gunung Api atau Ronjok Sayak ini dilakukan dengan membakar tumpukan batok kelapa yang disusun menyerupai gunung. Tradisi ini biasanya dilaksanakan pada malam takbiran setelah Isya pada 1 Syawal atau pada malam ke-27 Ramadan.
Masyarakat setempat meyakini api yang menyala menjadi simbol penghubung antara manusia dengan leluhur. Pelaksanaannya diiringi doa-doa yang dipanjatkan selama proses pembakaran batok kelapa.
- Bedulang di Bangka
Bedulang merupakan tradisi makan bersama setelah pelaksanaan salat Idulfitri. Pada pelaksanaannya, masyarakat berkumpul di halaman masjid sambil menikmati hidangan yang disajikan dalam tudung saji.
Baca juga:
- Grebeg Syawal di Yogyakarta
Tradisi Grebeg Syawal merupakan salah satu upacara budaya yang berasal dari Keraton Yogyakarta. Tradisi ini menampilkan gunungan berisi berbagai hasil bumi yang diarak dalam prosesi khusus.
Pelaksanaannya biasanya dilakukan menjelang tanggal 1 Syawal sebagai bagian dari perayaan Idulfitri sejak abad ke-16. Grebeg Syawal juga menjadi simbol ungkapan rasa syukur masyarakat setelah menjalani ibadah Ramadan.
- Ngadongkapkeun di Banten
Tradisi Ngadongkapkeun dilakukan setelah pelaksanaan salat Idulfitri dengan memanjatkan doa bersama. Tradisi ini juga diiringi kegiatan sungkeman sebagai wujud penghormatan kepada orang tua.
- Festival Meriam Karbit di Kalimantan Barat
Festival Meriam Karbit merupakan salah satu tradisi masyarakat di Kalimantan Barat dalam menyambut Hari Raya Idulfitri. Tradisi ini dilakukan dengan menyalakan meriam berbahan karbit yang menghasilkan suara dentuman keras.
Festival tersebut menjadi simbol keberanian sekaligus sarana mempererat kebersamaan masyarakat. Perayaan ini biasanya berlangsung meriah dan digelar selama tiga hari berturut-turut.
Pelaksanaannya dimulai sejak sebelum, saat, hingga setelah Hari Raya Idulfitri. Selain menjadi bagian dari tradisi Lebaran, festival ini juga dikenal sebagai warisan budaya yang berkaitan dengan sejarah berdirinya Kota Pontianak.
- Perang Topat di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTT)
Perang Topat atau perang ketupat dilakukan sekitar enam hari setelah Idulfitri dengan saling melempar ketupat. Tradisi ini diyakini menjadi simbol kerukunan antara umat Hindu dan Islam yang hidup berdampingan di Lombok.
- Ngejot di Bali
Ngejot merupakan tradisi berbagi makanan kepada tetangga sebagai bentuk rasa syukur pada hari besar keagamaan, seperti Galungan, Nyepi, dan Lebaran. Makanan yang diberikan biasanya berupa kue, buah, maupun hidangan siap saji.
- Binarundak di Sulawesi Utara
Binarundak adalah tradisi masyarakat Motoboi Besar yang dilakukan dengan memasak nasi jaha bersama-sama saat menyambut Lebaran. Nasi jaha merupakan makanan khas Sulawesi Utara berbahan dasar beras yang dimasak dalam bambu dengan santan dan jahe.
Kegiatan ini biasanya berlangsung selama tiga hari setelah Lebaran. Tradisi ini juga sebagai sarana mempererat kebersamaan sekaligus sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.
Beragam tradisi tersebut menunjukkan bahwa perayaan Idulfitri di Indonesia tidak hanya identik dengan ibadah dan silaturahmi. Lebih dari itu, Lebaran juga menjadi momentum untuk menjaga warisan budaya serta memperkuat kebersamaan masyarakat di berbagai daerah.