Menperin Agus Optimistis Ramadan Dongkrak Pertumbuhan Industri Halal
- 14 Mar 2026 11:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan peningkatan konsumsi saat Ramadan menjadi peluang memperkuat industri halal. Ia menegaskan sektor ini mampu memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Agus mengatakan industri halal memiliki potensi ekonomi yang sangat besar bagi negara Indonesia. Ia menilai jumlah penduduk muslim yang melimpah mendukung Indonesia menjadi pusat industri halal dunia.
“Industri halal bukan sekadar memenuhi kebutuhan keagamaan masyarakat, tetapi juga merupakan peluang ekonomi yang sangat besar. Dengan jumlah penduduk muslim yang besar serta meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk halal, Indonesia memiliki potensi kuat untuk menjadi salah satu pusat industri halal dunia,” ujar Agus di Jakarta, 11 Maret 2026.
Agus mengatakan sertifikasi halal dapat memberikan kepastian hukum bagi seluruh konsumen muslim. Ia menjelaskan proses produksi halal senantiasa menjamin aspek higienis serta kualitas bahan baku.
Baca juga:
Agus menyebut edukasi mengenai pentingnya produk halal harus terus diperkuat oleh berbagai pihak. Ia menyatakan sertifikasi tersebut menjamin transparansi proses produksi bagi masyarakat yang mengonsumsi produk tersebut.
“Edukasi mengenai pentingnya produk halal perlu terus diperkuat. Sertifikasi halal tidak hanya memberikan kepastian hukum bagi konsumen muslim, tetapi juga menjamin kualitas produk, keamanan bahan baku, serta transparansi proses produksi,” kata Agus.
Agus mengatakan nilai ekspor produk halal Indonesia diperkirakan menembus angka USD50 miliar. Ia merinci angka tersebut mencakup sektor makanan, fesyen muslim, kosmetik, hingga produk farmasi.
Agus menyebut ribuan pelaku industri kecil menengah (IKM) telah mendapatkan fasilitasi sertifikasi halal dari pemerintah. Ia menegaskan langkah tersebut bertujuan memperkuat ekosistem industri nasional agar semakin berdaya saing tinggi.
“Melalui program pembinaan yang dilakukan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin), ribuan pelaku IKM telah mendapatkan fasilitasi sertifikasi halal. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat ekosistem industri halal nasional sekaligus meningkatkan daya saing produk industri dalam negeri,” ucap Agus.
Agus mengatakan produk halal kini telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup modern. Ia menyebut masyarakat global semakin memperhatikan aspek kesehatan serta keamanan pada setiap produk konsumsi.
Agus menyatakan potensi pasar halal global mencapai nilai lebih dari USD3 triliun per tahun. Ia melihat adanya peluang besar bagi Indonesia untuk mengisi kesenjangan kebutuhan impor dunia.
Baca juga:
Agus mengatakan sinergi antara pelaku industri dan lembaga sertifikasi sangat penting bagi kemajuan. Ia meyakini industri halal tanah air akan menjadi pemain global yang diperhitungkan dunia.
“Dengan dukungan kebijakan pemerintah dan peningkatan kualitas industri, kami optimistis industri halal Indonesia dapat terus berkembang. Kami percaya bahwa industri ini dapat menjadi pemain global yang diperhitungkan,” ujar Agus.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....