Polri-Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah, Jaga Stabilitas Harga Pangan

  • 13 Mar 2026 14:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) melakukan Gerakan Pangan Murah. Program ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pangan menjelang Idulfitri 2026.

Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen (Pol) Dedi Prasetyo mengatakan, program ini bentuk komitmen pemerintah. Program ini memastikan masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.

“Pada pagi hari ini Polri bersama Direktur Utama Bulog dan kementerian terkait melaksanakan Gerakan Pangan Murah. Kegiatan ini dilaksanakan di 36 Polda dan sekitar 500 Polres,” kata Dedi dalam acara Gerakan Pangan Murah, Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026.

Ia mengatakan, Polri menyalurkan sekitar 1.337.375 kilogram atau sekitar 1.337 ton beras. Penyaluran tersebut, lanjut Dedi, dilakukan kepada masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

"Selain beras, masyarakat juga dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok lainnya. Bahan pokok tersebut meliputi gula, minyak goreng, tepung, serta kebutuhan pangan penting lainnya," katanya.

Menurutnya program tersebut memberikan kepastian kepada masyarakat mengenai ketersediaan pangan nasional. Pemerintah, dalam hal ini, memastikan stok pangan nasional berada dalam kondisi aman dan mencukupi.

“Perlu kami informasikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan jaminan kepada masyarakat. Stok pangan nasional berada dalam kondisi aman dan mencukupi,” ucapnya.

Sementara pada tahun 2026 Polri mendapatkan kuota sekitar 80.000 ton beras dari Bulog. Beras tersebut akan disalurkan kepada masyarakat melalui berbagai program distribusi pangan.

“Kami akan terus berkoordinasi dan bersinergi dengan Bulog untuk mendistribusikan pangan kepada masyarakat. Kami menjamin ketersediaan pangan cukup dan harga tetap stabil,” katanya.

Komjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan program Gerakan Pangan Murah tidak hanya dilaksanakan menjelang Idulfitri. Program ini akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan hingga akhir tahun 2026.

“Program ini tidak hanya dilaksanakan menjelang Idulfitri. Program ini akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan hingga Desember 2026,” ujarnya.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengapresiasi kolaborasi antara Bulog dan Polri. Menurutnya kerja sama ini penting untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

“Kami menyampaikan penghormatan kepada jajaran Polri yang luar biasa dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Salah satunya melalui Gerakan Pangan Murah,” ujarnya.

Ia menjelaskan kegiatan serupa sebelumnya juga telah dilaksanakan pada tahun 2025. Program ini kembali digelar untuk membantu masyarakat menghadapi kebutuhan menjelang Idulfitri.

Menurutnya, kegiatan ini juga dilaksanakan secara masif bersama berbagai pihak terkait. Program tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi panic buying di masyarakat.

“Tujuannya tidak lain untuk mengantisipasi panic buying di masyarakat. Hal ini dilakukan agar distribusi pangan tetap stabil dan tidak menimbulkan kepanikan,” katanya.

Rizal memastikan kondisi stok beras nasional saat ini berada pada level aman. Ia menyebut stok beras nasional saat ini mencapai sekitar 3,9 juta ton.

“Kami melaporkan bahwa stok beras nasional mencapai sekitar 3,9 juta ton. Ini merupakan stok tertinggi di bulan Maret sepanjang sejarah Indonesia merdeka,” ujarnya.

Ia memperkirakan, stok beras nasional dapat meningkat hingga akhir Maret 2026. Stok tersebut diproyeksikan mencapai sekitar 4,2 hingga 4,3 juta ton.

"Dengan target serapan Bulog sebesar 4 juta ton tahun ini, stok beras diperkirakan meningkat. Total stok beras nasional diproyeksikan melampaui 5 juta ton pada akhir tahun 2026," ujarnya.

Sebagai informasi, Program Gerakan Pangan Murah di wilayah Polda Metro Jaya menyasar sekitar 3.000 penerima manfaat. Penerima tersebut meliputi buruh, pengemudi ojek daring, masyarakat umum, serta unsur keamanan lingkungan.

Selain penyaluran bahan pangan, Polri juga menyelenggarakan kegiatan bakti kesehatan bagi masyarakat. Layanan kesehatan tersebut diberikan kepada sekitar 3.000 warga yang hadir dalam kegiatan.

Rekomendasi Berita