Bagaimana Mengetahui jika Puasa Ramadan Diterima? Ini Tanda-tandanya

  • 11 Mar 2026 13:11 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Ramadan menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbaiki diri. Setelah menjalankan puasa selama sebulan penuh, banyak umat Muslim bertanya bagaimana mengetahui apakah puasa yang dilakukan diterima oleh Allah SWT.

Melansir nu.or.id, sesungguhnya tidak ada manusia yang dapat memastikan apakah suatu ibadah diterima atau tidak. Hal tersebut merupakan hak prerogatif Allah SWT sebagai penilai utama atas amal perbuatan hamba-Nya.

Meski demikian, para ulama menjelaskan bahwa ada beberapa tanda yang dapat menjadi indikasi diterimanya ibadah seseorang. Salah satu tanda yang sering disebut adalah adanya perubahan perilaku menjadi lebih baik setelah Ramadan.

Salah satu ulama dari kalangan Hanabilah (madzhab Hambali) bernama Ibnu Rajab menjelaskan tanda-tanda yang mengindikasikan diterimanya ibadah puasa. Dalam kitabnya Lathaiful Ma’arif setidaknya dijelaskan bahwa ada dua tanda ibadah puasa seseorang diterima.

Pertama, setelah Ramadan selesai, seseorang itu masih rajin melaksanakan puasa, misalnya puasa sunnah Syawal dan puasa Senin-Kamis. Ibnu Rajab menjelaskannya sebagai berikut:

"Memiliki kebiasaan berpuasa setelah puasa bulan Ramadhan (puasa bulan Syawal) merupakan tanda dari diterimanya puasa Ramadhan. Sebab Allah menerima amal seseorang bergantung pada amal shalih sesudahnya," (Ibnu Rajab al-Hanbali, Lathaiful Ma'arif, (Riyadh, Dar Ibnu Khuzaimah: 2007), halaman 494).

Tanda kedua adalah munculnya rasa takut dan harap kepada Allah setelah beribadah. Mereka yang terus melakukan amal ibadah dan amal saleh.

Seseorang akan cenderung mempertahankan kesempurnaan ibadahnya, mulai dari salat, baca Al-Qur'an atau bersedekah. Mereka juga akan berusaha menghindari perbuatan maksiat.

Meski terdapat beberapa tanda tersebut, umat Islam tetap dianjurkan tidak merasa paling benar atau paling baik. Sikap rendah hati dan terus memperbaiki diri menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas iman.

Karena itu, para ulama mengingatkan agar umat Islam terus berdoa memohon agar amal ibadah selama Ramadan diterima oleh Allah SWT. Yang paling penting, lakukan ibadah dengan hati yang tulus, ikhlas, dan tanpa pamrih karena Allah semata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....