Hadirkan 100.000 Alquran Iluminasi Tionghoa, Serian : Memperkaya Seni Islam

  • 10 Mar 2026 15:36 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) berkolaborasi dengan Masjid Istiqlal dan Kementerian Agama meluncurkan program 100.000 Alquran iluminasi Tionghoa. Peluncuran ini menjadi prosesi sentral dalam peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah bertema “Jembatan Harmoni Peradaban” yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (9/3/2026).

Hadir dalam acara itu para pejabat, antara lain Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ketua KPU RI, Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat mewakili Wakil Gubernur DKI, serta Asisten Kesejahteraan Rakyat Provinsi DKI Jakarta mewakili Gubernur DKI.

Ketua Umum PITI, Dr. Serian Wijatno, menegaskan bahwa inisiatif wakaf ini bukan sekadar bantuan fisik, melainkan simbol persatuan budaya dan dakwah yang inklusif. Menurutnya, pemilihan desain iluminasi khas Tionghoa pada mushaf tersebut bertujuan memperkaya khazanah seni Islam di Nusantara.

"Wakaf Alquran ini merupakan sedekah jariyah utama dengan pahala yang terus mengalir selama mushaf tersebut dibaca atau dipelajari. Setiap huruf yang dibaca akan menghasilkan pahala berlipat," ujar Dr. Serian Wijatno di sela acara puncak Nuzulul Qur’an.

Serian juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada berbagai pihak yang menyukseskan gerakan ini. Ia berharap program ini dapat memperluas akses masyarakat terhadap Alquran sekaligus mempererat hubungan antarbudaya.

Ketum PITI Serian Wijatno (atas) dan penyerahan simbolik AlQuran iluminasi Tionghoa

Senada dengan hal tersebut, Imam Besar Masjid Istiqlal sekaligus Menteri Agama RI, KH Nasaruddin Umar dalam pidatonya mengatakan program ini sebagai bukti nyata keindahan peradaban Islam di Indonesia yang mampu merangkul keberagaman. Untuk itu ia mengajak semua merenungkan sejarah dan dinamika penyebaran Islam di negeri ini.

“Nuzulul Qur’an mengingatkan kita bahwa salah satu agama yang paling cepat berkembang di dunia adalah Islam, itu karena Al Qur’an” katanya. Ia menambahkan bahwa ikatan budaya Tionghoa dengan Nusantara telah lama ada dan menjadi bagian dari warna bangsa.

"Nilai-nilai Alquran seperti kasih sayang dan persaudaraan adalah fondasi bagi lahirnya peradaban yang damai. Ketika nilai tersebut bertemu kearifan lokal, lahirlah peradaban yang inklusif," ujar Nasaruddin yang dalam kesempatan itu menyerahkan Sertifikat Wakaf Quran tersebut kepada pewaqif.

Peringatan Nuzulul Qur’an tahun ini terasa istimewa karena berdekatan dengan perayaan Imlek 2577 Kongzili. Selain peluncuran wakaf, acara dimeriahkan oleh penampilan qori internasional Darwin Hasibuan, dialog inspiratif bersama Ustadz Koko Liem, dai PITI H. Tio Iskandar Chang. Selain itu taushiyah disampaikan Prof. Dr. K.H. M. Asrorun Ni’am Sholeh.

Acara yang dihadiri sejumlah duta besar dan pejabat tinggi negara ini juga diwarnai pertunjukan seni lukis pasir oleh Vina Chandrawati yang menggambarkan sejarah panjang masuknya Islam Tionghoa ke Nusantara.

Dengan liukan tangannya di atas pasir yang direfleksikan oleh proyektor besar di dinding masjid, Vina menampilkan karya visual yang memberi ruang tafakur, hikmah, dan refleksi tentang bagaimana kebudayaan dan agama dapat bersinergi membangun persatuan.

Melalui momentum ini, PITI dan Masjid Istiqlal ingin mengirimkan pesan kuat kepada dunia bahwa keberagaman budaya di Indonesia adalah kekuatan. Keberagaman juga bukan penghalang, dalam membangun harmoni peradaban di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....