Apakah Orang yang Meninggal di Bulan Ramadan Istimewa? Simak Penjelasannya

  • 10 Mar 2026 12:17 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Kabar seseorang meninggal di bulan Ramadan sering disertai anggapan bahwa ia mendapatkan keistimewaan. Hal ini membuat banyak umat Islam yang penasaran tentang keutamaan wafat pada bulan suci tersebut.

Pada dasarnya, semua makhluk yang bernyawa pasti akan meninggal dunia. Tidak ada satu pun yang bisa hidup selamanya di dunia ini.

Waktu kematian atau ajal setiap orang sudah ditetapkan oleh Allah SWT. Dan menjadi rahasia yang tidak ada seorang pun tahu kapan datangnya.

Hal ini dijelaskan Allah SWT dalam surah Ali Imran ayat 185,

كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَاِنَّمَا تُوَفَّوْنَ اُجُوْرَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَاُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ

Artinya: "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Siapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya."

Lalu, apakah orang yang meninggal di bulan Ramadan istimewa? Berikut penjelasannya menurut ajaran Islam beserta dalil yang berkaitan dengan keistimewaan wafat di bulan Ramadan.

  • Apakah Orang yang Meninggal di Bulan Ramadan Istimewa?

Sebagian orang beranggapan bahwa meninggal di bulan Ramadan sangat istimewa atau disebut meninggal dalam keadaan baik. Namun, berdasarkan penelusuran RRI, tidak ditemukan dalil khusus yang menyebut bahwa ada keistimewaan bagi seseorang yang wafat di bulan Ramadan.

Meski begitu, terdapat hadits yang menjelaskan tentang orang yang meninggal dalam keadaan beramal saleh. Mengutip buku Keistimewaan Puasa Menurut Syariat & Kedokteran karya Syeikh Mutawalli Sya Rawi, berikut adalah hadistnya.

"Wahai Rasulullah, apa pendapatmu apabila aku mengucapkan syahadat laa ilaha illallah wa annaka Rasulullah (tidak ada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya kamu adalah utusan Allah), aku salat lima waktu, melakukan puasa Ramadan, mengerjakan ibadah (shalat tarawih) bulan Ramadan dan menunaikan zakat?" Rasulullah SAW berkata, "Barangsiapa yang meninggal dunia seperti ini maka dia termasuk golongan syuhada' dan shiddiqin." (HR. Ibnu Hibban)

Hadits ini menunjukkan bahwa kemuliaan seseorang itu tergantung dengan keimanan, dan amal ibadah yang dijalankannya. Berikut adalah tanda tanda orang meninggal dalam keadaan Husnul Khotimah.

  • Tanda-tanda Orang Meninggal dalam Keadaan Husnul Khotimah

Setiap muslim di dunia tentu berharap dapat meninggal dalam keadaan husnul khotimah. Istilah husnul khotimah berarti akhir kehidupan yang baik dan mendapat ridha dari Allah SWT.

Berikut beberapa tanda orang yang wafat dalam keadaan husnul khatimah. Beserta hadits yang menjelaskannya.

  • 1. Mengucap Kalimat Syahadat

Salah satu tanda husnul khotimah adalah seseorang mengucapkan kalimat syahadat menjelang ajalnya. Kalimat ini menunjukkan keimanan kepada Allah SWT. Dari Mu'adz bin Jabal RA, Nabi Muhammad SAW bersabda,

"Barang siapa yang akhir perkataannya adalah kalimat 'laa ilaha illallah' (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah), maka dia akan masuk surga." (HR. Abu Daud)

  • 2. Keningnya Berkeringat

Tanda lain dari husnul khotimah adalah seseorang meninggal dalam keadaan keningnya berkeringat. Hal ini disebutkan dalam hadits sebagai salah satu tanda wafatnya orang beriman.

Dari Buraidah bin Al-Hashib RA, Rasulullah SAW bersabda, "Kematian seorang mukmin dengan keringat di kening." (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, An-Nasa'i, dan Ahmad)

  • 3. Meninggal Dalam Keadaan Syahid

Dalam Islam, ada beberapa orang yang mendapatkan pahala seperti mati syahid, meskipun tidak gugur di medan perang. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,

"Orang yang mati syahid ada lima, yakni orang yang mati karena tho'un (wabah), orang yang mati karena menderita sakit perut, orang yang mati tenggelam, orang yang mati karena tertimpa reruntuhan dan orang yang mati syahid di jalan Allah." (HR. Bukhari dan Muslim)

  • 4. Meninggal saat Nifas, Hamil atau Melahirkan

Bagi seorang wanita, meninggal dunia saat hamil atau ketika melahirkan juga disebut sebagai salah satu bentuk syahid. Dari 'Ubadah bin Ash-Shamit RA, bahwa Nabi Muhammad SAW menyebutkan beberapa syuhada', di antaranya.

"Dan wanita yang dibunuh anaknya (karena melahirkan) masuk golongan syahid, dan anak itu akan menariknya dengan tali pusarnya ke surga." (Disebutkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Ahkam Al-Janaiz, hlm. 53. Beliau menyatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

  • 5. Meninggal saat Menjaga Wilayah Perbatasan di Jalan Allah

Orang yang meninggal ketika menjaga wilayah perbatasan di jalan Allah juga mendapatkan keutamaan besar. Dari Salman Al-Farisi RA, Rasulullah SAW bersabda,

"Berjaga-jaga sehari-semalam (di daerah perbatasan) lebih baik daripada puasa beserta shalat malamnya selama satu bulan. Seandainya ia meninggal, maka pahala amalnya yang telah ia perbuat akan terus mengalir, dan akan diberikan rezeki baginya, dan ia terjaga dari fitnah." (HR. Muslim)

  • 6. Meninggal Dalam Keadaan Melakukan Amal Saleh

Tanda husnul khotimah lainnya adalah seseorang meninggal ketika sedang melakukan amal baik, seperti berzikir, berpuasa, atau bersedekah. Itulah dia penjelasan tentang apakah orang yang meninggal di bulan Ramadan istimewa menurut ajaran Islam.

Q

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....