Panduan Membayar Zakat Fitrah Sesuai Ketentuan Islam

  • 10 Mar 2026 07:27 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Menjelang Idulfitri, umat Islam diwajibkan menunaikan zakat fitrah sebagai penyempurna ibadah puasa Ramadan. Namun, banyak yang masih bertanya-tanya mengenai cara membayar zakat fitrah yang benar sesuai ketentuan syariat.

Zakat fitrah merupakan zakat wajib yang dikeluarkan setiap muslim menjelang Idulfitri untuk menyucikan diri. Ibadah ini juga bertujuan untuk membantu fakir miskin agar dapat merasakan kebahagiaan pada Hari Raya.

Sebelum menunaikan zakat fitrah, umat Islam perlu memahami terlebih dahulu syarat wajib pelaksanaannya. Secara umum, zakat fitrah diwajibkan bagi Muslim yang memiliki kelebihan makanan untuk diri dan keluarganya.

Selain itu, seseorang juga berkewajiban membayarkan zakat fitrah bagi anggota keluarga yang menjadi tanggungannya. Ini biasanya mencakup pasangan, anak, serta anggota keluarga lain yang berada dalam tanggungan.

Besaran zakat fitrah umumnya dihitung berdasarkan makanan pokok yang dikonsumsi sehari-hari. Dikutip dari Dompet Dhuafa, jumlah zakat fitrah setara sekitar 2,5 kilogram atau 3,5 liter beras per orang di Indonesia.

Besaran tersebut merujuk pada ketentuan yang ditetapkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sebagai pedoman umum masyarakat. Dalam praktiknya, zakat fitrah juga dapat dibayarkan dalam bentuk uang senilai harga makanan pokok tersebut.

Agar pelaksanaannya sesuai syariat, terdapat beberapa langkah yang perlu diperhatikan saat membayar zakat fitrah. Langkah ini membantu memastikan zakat yang dikeluarkan sah serta tersalurkan kepada penerima yang berhak.

Berikut panduan membayar zakat fitrah dengan benar:

1. Menentukan makanan pokok yang dizakatkan

Zakat fitrah diambil dari makanan pokok yang biasa dikonsumsi sehari-hari oleh muzakki dan keluarganya. Di Indonesia, makanan pokok yang paling umum digunakan adalah beras.

2. Menghitung jumlah tanggungan

Setiap Muslim wajib membayar zakat fitrah untuk dirinya sendiri serta anggota keluarga yang menjadi tanggungannya. Jumlah ini biasanya mencakup pasangan, anak, serta anggota keluarga lain yang berada dalam tanggung jawabnya.

3. Menentukan jumlah zakat yang harus dibayarkan

Besaran zakat fitrah dihitung dengan mengalikan jumlah anggota keluarga dengan takaran zakat yang berlaku. Umumnya setiap orang diwajibkan mengeluarkan zakat setara 2,5 kilogram atau 3,5 liter beras.

4. Membaca niat zakat fitrah

Sebelum menyerahkan zakat, muzakki dianjurkan membaca niat zakat fitrah sebagai bentuk kesungguhan ibadah. Niat tersebut dapat dilafalkan dalam bahasa Arab atau cukup diniatkan dalam hati.

5. Menyerahkan zakat kepada amil terpercaya

Zakat fitrah dapat disalurkan melalui masjid, panitia zakat, atau lembaga resmi yang mengelola zakat. Penting memastikan amil yang menerima zakat dapat dipercaya dan menyalurkannya kepada mustahik sesuai ketentuan syariat.

Selain memahami cara pembayarannya, umat Islam juga perlu memperhatikan waktu pelaksanaan zakat fitrah. Zakat fitrah dianjurkan ditunaikan sebelum pelaksanaan salat Idulfitri agar sah sebagai zakat.

Jika zakat dibayarkan setelah salat Idulfitri tanpa alasan syar’i, maka statusnya berubah menjadi sedekah biasa. Karena itu, menunaikan zakat tepat waktu menjadi bagian penting dalam kesempurnaan ibadah Ramadan.

Rekomendasi Berita