Bareskrim Telusuri Jaringan Daging Sapi Kadaluarsa di Tangerang
- 10 Mar 2026 06:39 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Tangerang - Bareskrim Polri mendalami kemungkinan adanya jaringan distribusi lain yang terlibat dalam peredaran daging beku kedaluwarsa. Hal ini pascapenggagalan 9,5 ton yang diduga akan dipasarkan ke sejumlah pasar tradisional di wilayah Cikupa, Kabupaten Tangerang
"Kami tengah mendalami kemungkinan adanya jaringan distribusi lain yang terlibat dalam peredaran daging beku kedaluwarsa tersebut. Ini dapat membahayakan masyarakat jelang Lebaran," ujar Kasat Resmob Bareskrim Polri, Teuku Arsya Khadafi, Senin 9 Maret 2026.
Arsya menuturkan pihaknya telah menggagalkan upaya peredaran daging beku impor kedaluwarsa di Cikupa, Kabupaten Tangerang. Dalam operasi tersebut, petugas menyita tiga truk yang membawa total 9,5 ton daging beku.
Arsya menjelaskan pihaknya langsung melakukan penyelidikan setelah memperoleh informasi mengenai distribusi daging impor kedaluwarsa yang akan dipasarkan ke masyarakat. “Kami menindak seseorang pengedar daging beku impor kedaluwarsa ke pasar tradisional untuk dikonsumsi masyarakat menjelang Lebaran,” kata Arsya.
Dalam penggerebekan tersebut, polisi menemukan tiga truk yang membawa daging beku impor dengan total berat mencapai sekitar 9,5 ton. Seluruh barang bukti langsung diamankan oleh petugas untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Selain menyita daging kedaluwarsa, polisi juga mengamankan sejumlah terduga pelaku yang diduga terlibat dalam upaya distribusi produk pangan tersebut. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian mengantisipasi adanya pihak yang mencoba memanfaatkan momentum meningkatnya permintaan bahan pangan menjelang hari raya.
“Kami mengantisipasi pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan menjelang Hari Raya Idulfitri. Saat ini para terduga pelaku telah dibawa ke kantor Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut," ucapnya.
Ditambahkan Kepala Unit 1 Satresmob Bareskrim Polri, AKBP Harry Azhar Hasry langkah ini merupakan bentuk pengawasan ketat kepolisian terhadap keamanan pangan nasional. Terutama saat momentum hari besar keagamaan di mana pengawasan pasar sering lengah.
“Kami mengantisipasi oknum-oknum yang ingin mengambil keuntungan menjelang hari raya besar. Informasi ini juga tidak terlepas dari laporan masyarakat,” kata dia.
Pihaknya tidak hanya menyita barang bukti berupa daging tidak layak konsumsi dan armada pengangkutnya. Saat ini penyelidikan terus dikembangkan guna membongkar kemungkinan adanya jaringan distribusi yang lebih luas.
"Polisi berkomitmen untuk memastikan pasar tradisional tetap steril dari produk pangan berbahaya. Agar masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan rasa aman dan nyaman," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....