Kebiasaan Berinfak jadi Salah Satu Bentuk Ketakwaan
- 04 Mar 2026 18:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Berinfak menjadi salah satu ciri utama orang bertakwa dalam Islam. Hal itu tertuang dalam surah Ali Imran ayat 133-134 yang menjelaskan ciri-ciri atau karakter utama orang bertakwa yang dicintai Allah SWT.
"Orang yang bertakwa pada kelompok pertama adalah ia yang tetap mampu berinfak dalam semua keadaan. Apakah itu dalam kondisi sulit ataupun senang," ujar Musyrif Tahfidzul Qur’an SD IT Vinca Rosea Tahfidz International Lhokseumawe, Ustaz Khairunnasri dalam Syiar Ramadan Jelang Berbuka Pro 3 RRI, 4 Maret 2026.
Khairunnasri mengatakan, infak tidak selalu berbentuk materi atau harta benda. Memberikan solusi, nasihat, atau senyuman juga termasuk bentuk sedekah bernilai ibadah.
"Infak atau sedekah ini tidak selalu harus dimaknai dalam bentuk kebendaan atau materi. Infak bisa juga dalam bentuk immateri atau tak benda seperti solusi bahkan sekadar memberikan senyum," katanya.
Menurutnya, sedekah materi memang memiliki ukuran yang lebih jelas dari sisi jumlah. Namun, nilai utamanya tetap terletak pada keikhlasan dan konsistensi dalam memberi.
Selain itu, seseorang dapat disebut kaya apabila gemar bersedekah dan tidak terbebani utang. Lantaran kekayaan dalam Islam tidak semata diukur dari kepemilikan aset.
Khairunnasri mengingatkan, menumpuk harta tanpa keinginan berbagi justru menjauhkan seseorang dari ketakwaan. Ketakwaan sejati tercermin dari kebiasaan memberi dalam segala keadaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....