Fathu Makkah, Peristiwa Kemenangan Islam di Bulan Ramadan

  • 04 Mar 2026 12:52 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Peristiwa Fathu Makkah atau penaklukan Kota Makkah menjadi salah satu momen paling penting dalam sejarah Islam. Peristiwa ini terjadi tepat pada bulan Ramadan tahun kedelapan Hijriah atau sekitar Januari 630 Masehi.

Melansir Rumaysho, Fathu Makkah berawal dari pelanggaran Perjanjian Hudaibiyah yang sebelumnya disepakati antara kaum Muslim dan Quraisy Makkah. Sekutu Quraisy menyerang Bani Khuza’ah yang merupakan sekutu Nabi Muhammad SAW sehingga memicu konflik baru.

Setelah menerima laporan serangan tersebut, Rasulullah SAW memutuskan menyiapkan perjalanan ekspedisi menuju Makkah secara rahasia. Pasukan Muslim diberangkatkan dari Madinah.

Dalam perjalanan menuju Makkah, Rasulullah SAW memerintahkan pasukan menyalakan 10.000 api unggun. Langkah itu bertujuan membuat kekuatan Muslim terlihat besar sehingga melemahkan semangat perlawanan kaum Quraisy.

Tokoh Quraisy, Abu Sufyan, Hakim bin Hizam, dan Budail bin Warqa’ keluar mencari informasi. Mereka terus menyusuri berita hingga akhirnya tiba di Marruzh-Zhahran dan mengatakan ketika melihat pasukan besar kaum Muslimin, mereka ketakutan.

Abu Sufyan, kemudian menemui Rasulullah SAW setelah menyadari kekuatan pasukan Muslim sulit dilawan. Ia akhirnya menyatakan dirinya masuk Islam dan membiarkan pasukan Muslim menuju Makkah.

Pasukan Muslim memasuki Kota Makkah hampir tanpa perlawanan berarti pada 20 Ramadan tahun kedelapan Hijriah. Rasulullah SAW juga memerintahkan agar tidak terjadi kekerasan kecuali jika diserang terlebih dahulu.

Khalid bin Al-Walid, masuk dari arah bawah Mekah. Namun, beberapa kabilah Quraisy berkumpul untuk melawannya, yaitu Banu Bakr, Banu Harith bin ‘Abdi Manaf, sebagian dari Hudzayl, serta orang-orang dari daerah pinggiran Mekah.

Mereka menyerang pasukan Khalid. Tetapi akhirnya mereka kalah dan terpukul mundur.

Saat itu, Khalid bin Al-Walid kembali ke pasukan utama. Tenda beliau dipasang di Syib ‘Abi Talib, sementara kaum Quraisy berkumpul di sekitar beliau.

Sementara, Rasulullah masuk ke Masjidil Haram, menghadap Ka‘bah dengan tongkat di tangannya dan di sekelilingnya ada kaum Muhajirin dan Ansar. Saat itu juga Ka‘bah dikelilingi oleh 360 berhala.

Dengan tongkatnya, Rasulullah SAW mulai menghancurkan berhala yang berada di sekelilingnya sebagai simbol berakhirnya penyembahan berhala. Peristiwa tersebut menandai pemurnian kembali Ka’bah sebagai pusat tauhid umat Islam.

وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا

“Katakanlah, telah datang kebenaran, dan lenyaplah kebatilan. Sesungguhnya kebatilan itu pasti lenyap.” (QS. AL-Isra’: 81)

Salah satu aspek paling penting Fathu Makkah adalah pemberian amnesti umum kepada penduduk kota, termasuk mantan musuh Islam. Kebijakan pengampunan tersebut mempercepat penerimaan Islam secara damai di Jazirah Arab.

Ibnu Qayyim rahimahullah mengatakan Fathu Makkah adalah kemenangan terbesar yang Allah karuniakan untuk memuliakan agama-Nya, Rasul-Nya, dan pasukan-Nya. Dalam kemenangan ini pula Allah menghinakan musuh-musuh-Nya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....