Masjid Menara Kudus, Jejak Akulturasi Islam dan Destinasi Wisata Religi Ramadan

  • 04 Mar 2026 14:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Ramadan selalu menjadi momen yang identik dengan wisata religi di berbagai daerah. Salah satu destinasi yang tak pernah sepi peziarah saat bulan suci adalah Masjid Menara Kudus.

Masjid bersejarah ini berada di Jalan Menara, Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Setiap Ramadan, kawasan sekitarnya ramai oleh jemaah yang ingin beribadah sekaligus menelusuri jejak dakwah Islam di Tanah Jawa.

Masjid Menara Kudus didirikan pada tahun 1549 M atau 956 Hijriah. Pendirinya adalah Sunan Kudus, salah satu anggota Wali Songo yang berperan besar dalam penyebaran Islam di Jawa.

Nama asli masjid ini adalah Masjid Al-Aqsha Manarat Qudus. Penamaan tersebut diyakini terinspirasi dari Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, sebagai simbol keterhubungan spiritual dengan pusat peradaban Islam.

Keunikan utama masjid ini terletak pada menaranya yang menyerupai bangunan candi. Menara setinggi sekitar 17 meter itu terbuat dari bata merah dengan struktur kaki, badan, dan puncak khas arsitektur Hindu-Jawa.

Bentuk tersebut bukan tanpa alasan, melainkan sebuah pendekatan budaya. Sunan Kudus atau bernama asli Syeh Jafar Shodiq melakukannya agar ajaran Islam dapat diterima masyarakat yang saat itu masih kuat tradisi Hindu-Buddha.

Selain menara, terdapat pula gapura bentar yang lazim ditemukan pada bangunan candi. Area tempat wudhu juga memiliki delapan pancuran yang disebut-sebut sarat simbolik budaya Buddha Asta Sanghika Marga.

Akulturasi ini menjadi bukti bahwa proses Islamisasi di Jawa berlangsung secara damai. Islam hadir tanpa menghapus budaya lokal, melainkan merangkul dan menyesuaikannya.

Masjid Menara Kudus tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah. Kawasan ini juga menjadi pusat tradisi masyarakat, salah satunya tradisi Dandangan menjelang Ramadan.

Tradisi tersebut biasanya ditandai dengan tabuhan beduk dan kegiatan masyarakat di sekitar masjid menjelang bulan Ramadan. Hingga kini, Dandangan menjadi salah satu agenda budaya tahunan yang dinantikan masyarakat sekitar.

Di bulan Ramadan, suasana di sekitar masjid semakin khusyuk. Banyak jemaah datang untuk beritikaf, berziarah ke makam Sunan Kudus, hingga mengikuti kajian keagamaan.

Keberadaan Masjid Menara Kudus menjadi simbol kuat toleransi dan perpaduan budaya di Indonesia. Bangunan ini tidak hanya menyimpan nilai sejarah, tetapi juga pesan tentang harmoni dalam keberagaman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....