Mengenal Kue Asida, Kuliner Ramadan Sarat Budaya dari Maluku

  • 03 Mar 2026 12:33 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia memiliki beragam kuliner khas Ramadan dari berbagai daerah, salah satunya kue asida yang populer di daerah Maluku. Hidangan manis ini biasanya mudah ditemukan saat bulan suci Ramadan sebagai menu berbuka puasa atau takjil.

Kue asida dikenal sebagai makanan tradisional. Teksturnya kenyal menyerupai dodol yang manis dan legit.

Secara umum, asida dibuat dari campuran tepung, gula, dan rempah-rempah seperti kayu manis serta kapulaga. Beberapa versi juga menambahkan mentega, pandan, atau gula merah untuk menambah rasa dan aroma khasnya.

Kue ini memiliki bentuk bulat berwarna cokelat dan bagian tengahnya berisi campuran gula dan mentega cair. Perpaduan rasa manis dan gurih membuat asida terasa hangat serta mengenyangkan saat berbuka puasa.

Meski identik dengan Maluku, asida sebenarnya bukan makanan asli Nusantara. Kuliner ini diyakini berasal dari Timur Tengah dan dibawa oleh para saudagar Arab melalui jalur perdagangan rempah.

Proses akulturasi budaya ini kemudian membuat resep asida menyesuaikan bahan lokal dan selera masyarakat setempat. Karena itu, setiap daerah memiliki variasi rasa maupun cara penyajian yang berbeda.

Dalam sejarahnya, penyebaran asida juga berkaitan erat dengan perkembangan Islam di wilayah pesisir Indonesia. Interaksi perdagangan dan dakwah menjadikan kuliner ini bagian dari tradisi Ramadan masyarakat Maluku hingga sekarang.

Di beberapa daerah seperti Ambon, Ternate, hingga Fakfak, asida bahkan jadi hidangan wajib selama Ramadan. Penjual takjil musiman biasanya ramai menjajakan kue ini di waktu menjelang waktu berbuka.

Keberadaan asida menunjukkan bahwa tradisi kuliner Ramadan di Indonesia tidak lepas dari pertemuan budaya. Dari Timur Tengah hingga Maluku, kue ini menjadi bukti perjalanan panjang sejarah kuliner yang tetap lestari hingga kini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....